Dewi Perssik, yang dikenal sebagai seorang penyanyi dan artis ternama, memiliki kebiasaan unik dalam hal berbelanja. Meskipun memiliki kemampuan finansial yang memungkinkannya untuk berbelanja di mall atau tempat-tempat mewah, ia tetap memilih untuk berbelanja kebutuhan makanan di pasar tradisional.
Menurut Dewi, kebiasaan ini sudah menjadi bagian dari rutinitasnya sejak lama. Ia sering menyempatkan diri datang langsung ke pasar ketika memiliki waktu luang. Hal ini dilakukannya karena merasa lebih nyaman dan terbiasa dengan suasana pasar tradisional.
“Beli makanan bulanan itu aku ke pasar tradisional. Sebenarnya bisa aja aku ke mall, tapi kalau misalkan ada waktu itu biasa nya aku ke pasar yang pagi-pagi itu,” ujarnya.
Selain karena kenyamanan, Dewi juga mengungkapkan alasan lain yang membuatnya senang berbelanja di pasar tradisional. Menurutnya, suasana pasar memberikan vibes yang berbeda dibandingkan tempat-tempat lain. Selain itu, ia juga merasa lebih mudah menemukan harga yang lebih terjangkau.
“Ibaratnya kita beli harga di mall itu lima belas ribu, di pasar itu paling enam ribu gitu, jauh banget. Jadi kalau kepengin kaya, kayak gue deh,” katanya.
Keberadaan pasar tradisional juga membantu Dewi dalam mengatur pengeluaran harian. Ia mengaku bahwa harga barang di pasar lebih murah dibandingkan tempat lain. Karena itu, ia merasa lebih hemat dan bisa mengalokasikan uang untuk keperluan yang lebih penting.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ia selalu memikirkan kondisi keuangan di masa depan. Menurutnya, pekerjaan di dunia hiburan tidak selalu stabil setiap waktu. Oleh karena itu, ia memilih untuk hidup sederhana dan hemat agar bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Maksudnya gini, kita itu kan harus mikir masa depan ya. Pekerjaan-pekerjaan seperti kita ini kadang ramai kadang enggak gitu. Jadi aku hanya bisa gimana caranya supaya berhemat,” ujarnya.
Ibu satu anak ini juga memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan anaknya. Ia ingin memastikan bahwa anaknya bisa hidup dengan baik di masa depan. Dengan hidup sederhana dan hemat, ia berharap bisa memberikan bekal yang cukup untuk anaknya.
“Karena hidup hemat, sederhana, aku punya anak yang harus aku jaga masa depannya supaya nanti kelak kalau misalkan aku sudah tiada ibaratnya selain ilmu yang aku kasih adalah aku bisa memberikan kebahagiaan lewat harta-hartaku,” tutupnya.






