BERITA  

Menjelang Idul Adha, Jangan Lewatkan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ini Keutamaannya

Puasa Arafah dan Tarwiyah: Waktu yang Tepat untuk Beribadah

Puasa Arafah adalah salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam agama Islam. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah, yaitu sehari sebelum Idul Adha. Pada tahun 2026, puasa Arafah diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Dalam beberapa sumber, dikatakan bahwa keutamaan puasa Arafah sangat luar biasa. Bagi yang menjalankannya dengan ikhlas, dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun berikutnya akan dihapuskan oleh Allah SWT.

Karena itu, umat Muslim tidak boleh melewatkan kesempatan untuk melaksanakan puasa Arafah selama hidupnya. Puasa ini menjadi salah satu bentuk ibadah sunnah yang dianjurkan menjelang perayaan Idul Adha.

Selain puasa Arafah, ada juga puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijjah, atau sehari sebelum puasa Arafah. Puasa ini juga merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Tahun ini, puasa Tarwiyah 1447 H jatuh pada hari Senin, 25 Mei 2026.

Banyak umat Muslim yang ingin menggabungkan puasa Tarwiyah dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh. Pertanyaannya, apakah hal ini diperbolehkan?

Hukum Menggabungkan Puasa Tarwiyah dengan Puasa Sunnah Lainnya

Dalam Islam, menggabungkan niat beberapa ibadah sunnah pada waktu yang sama umumnya diperbolehkan. Termasuk dalam hal ini, menggabungkan puasa Tarwiyah dengan puasa sunnah lainnya. Sebagian ulama menyatakan bahwa jika waktunya bertepatan, seseorang boleh menggabungkan niat puasa Tarwiyah dengan puasa Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh.

Menurut pendapat para ulama, puasa sunnah diperbolehkan digabungkan selama niatnya jelas dan sesuai dengan tata cara syariat. Ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanafi menegaskan bahwa hukum menggabungkan puasa sunnah dalam satu ibadah diperbolehkan, asalkan tidak bertentangan dengan syariat.

Dengan demikian, seseorang dapat memperoleh pahala dari dua amalan sunnah sekaligus. Oleh karena itu, menggabungkan puasa sunnah Tarwiyah dengan puasa sunnah lainnya hukumnya sah dan diperbolehkan.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah

Niat adalah bagian penting dalam pelaksanaan puasa. Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:

“Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah

Puasa Tarwiyah memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim yang menjalankannya. Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Agama Kalimantan Tengah, berikut beberapa keutamaan puasa Tarwiyah:

  • Puasa Tarwiyah dapat menjadi sebab diampuninya dosa selama satu tahun.
  • Melalui puasa sunnah, umat Muslim bisa mendapatkan keberkahan hidup dan pahala yang dilipatgandakan.
  • Amalan puasa ini menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi semua umat Muslim, baik yang sedang berhaji maupun tidak. Sementara puasa Arafah lebih dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *