Presiden AS Minta Ketua The Fed Baru Tetap Independen
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta Kevin Warsh, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed), untuk menjalankan tugasnya secara independen. Permintaan ini disampaikan dalam upacara pelantikan di Gedung Putih pada Jumat (22/5/2026).
Trump, yang sering berselisih dengan pendahulunya, Jerome Powell, menegaskan bahwa dia ingin Warsh tidak terpengaruh oleh pandangan dari pihak luar. “Saya benar-benar serius, saya ingin Kevin sepenuhnya independen. Jangan melihat kepada saya, jangan melihat kepada siapa pun, lakukan saja pekerjaan Anda sendiri dan lakukan dengan sangat baik, oke,” ujarnya.
Pelantikan Warsh menjadi perhatian khusus karena ini pertama kalinya seorang ketua The Fed dilantik di Gedung Putih sejak Alan Greenspan pada 1987. Penunjukan Warsh juga menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren. Dia mengkhawatirkan Warsh hanya menjadi “boneka” bagi Trump.
Sebelum penunjukan tersebut, Trump sering kali meminta Powell dan bank sentral untuk memangkas suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi AS. Bahkan, ia menyebut dukungan terhadap pemangkasan suku bunga sebagai salah satu syarat bagi kandidat yang dipertimbangkan untuk memimpin The Fed. Namun, bank sentral menolak keinginan Trump dan memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada April 2026, sambil mempertimbangkan dampak konflik AS-Israel di Iran terhadap inflasi.
Selain menekankan pentingnya independensi The Fed, Trump juga merespons kritik terhadap penunjukannya dengan menyatakan bahwa tidak ada yang lebih siap daripada Warsh untuk memimpin bank sentral tersebut. Ia meminta Warsh untuk memacu pertumbuhan ekonomi selama masa jabatannya dan menilai bahwa The Fed telah kehilangan arah di bawah kepemimpinan Powell.
Trump menilai bahwa The Fed terlalu terdistraksi oleh isu-isu yang tidak terkait dengan tujuan utamanya, seperti stabilitas harga, inflasi rendah, dan lapangan kerja penuh. Institusi tersebut dinilai melebar ke area seperti perubahan iklim dan keberagaman, kesetaraan, serta inklusi (DEI).
Komitmen Warsh untuk Memimpin The Fed
Kevin Warsh menyatakan komitmennya untuk memimpin The Fed yang berorientasi pada reformasi dan menjaga institusi tersebut sepenuhnya bebas dari campur tangan Gedung Putih. Dalam pidatonya kepada Trump, Warsh menyampaikan harapan bahwa tahun-tahun mendatang akan membawa kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang akan meningkatkan standar hidup masyarakat Amerika dari semua lapisan kehidupan.
Warsh juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap bank sentral. Ia berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, tanpa intervensi dari pihak luar. Hal ini menjadi penting mengingat tekanan yang diberikan oleh presiden terhadap bank sentral dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan pelantikan Warsh, banyak pihak mengamati bagaimana The Fed akan menjalankan tugasnya di bawah kepemimpinan yang dianggap lebih pro-pemerintah. Meski demikian, Warsh menegaskan bahwa ia akan tetap fokus pada tujuan utama bank sentral, yaitu menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter yang seimbang.
Pengamatan terhadap peran The Fed di bawah kepemimpinan Warsh akan menjadi hal yang menarik untuk dilihat, terutama dalam konteks hubungan antara pemerintah dan bank sentral yang selama ini seringkali dipenuhi oleh konflik dan ketegangan.






