Presiden Prabowo Subianto Hadiri Panen Raya Udang di Kebumen
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam acara panen raya udang di Tambak Kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Acara ini berlangsung dengan pengamanan ketat di lokasi. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung menuju area panen raya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan lainnya. Saat tiba di kawasan tambak, Presiden menerima penjelasan mengenai infrastruktur tambak dan produksi udang yang dihasilkan. Selanjutnya, ia menyusuri tambak dan melihat petani menjaring udang perdana untuk masa panen saat ini. Bahkan, Presiden ikut serta menarik jala yang dilempar oleh petani.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa jumlah udang yang dijaring cukup banyak. Jala harus ditarik oleh tiga orang. Setelah itu, Presiden berbincang dengan Menteri KKP dan Menko Pangan sambil menuju area tambak udang.
Infrastruktur Tambak Modern BUBK Kebumen
Selain melakukan panen raya, Presiden juga meninjau langsung kawasan tambak modern seluas 100 hektare. Tambak BUBK Kebumen dibangun pada periode 2022 hingga 2023. Dari total luas sekitar 100 hektare, sebanyak 65 hektare telah selesai dibangun dan kini beroperasi.
Kawasan budidaya udang modern ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari intake air laut, tandon utama seluas 3 hektare, saluran inlet, 50 unit tandon klaster, hingga 139 kolam produksi. Selain itu, tersedia pula 17 unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) klaster dan IPAL utama seluas 2 hektare untuk mendukung sistem budidaya yang terintegrasi.
Fasilitas penunjang lainnya meliputi gudang pakan, laboratorium, kantor operasional, bangsal panen, hingga workshop. Saat ini, BUBK Kebumen telah memasuki tahun keempat operasional dan menjalani siklus budidaya ke-8. Sebanyak 139 petak kolam produksi disebut telah beroperasi optimal.
Hasil Produksi dan Dampak Ekonomi
Dari hasil operasional tersebut, total produksi udang tercatat mencapai 1.151.497 kilogram dengan nilai produksi mencapai Rp83,34 miliar. Nilai tersebut menjadi pemasukan negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Keberadaan kawasan budidaya udang ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 145 tenaga kerja tetap tercatat bekerja di kawasan tambak tersebut, ditambah sekitar 500 tenaga harian lepas yang terlibat setiap hari dalam aktivitas operasional.
Persiapan Pengamanan dan Penyambutan
Di lokasi, berbagai persiapan pengamanan dan penyambutan telah dilakukan menjelang kedatangan Presiden. Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tampak berjaga ketat di pintu masuk kawasan tambak. Selain itu, alat pendeteksi logam atau metal detector juga dipasang di area pemeriksaan masuk untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Di sekitar tambak, jalur pijakan berbahan kayu telah dipasang di pinggiran kolam yang akan digunakan Presiden saat meninjau lokasi panen raya. Sejumlah tenda putih juga berdiri di area tambak sebagai fasilitas pendukung kegiatan kunjungan kerja.






