PGN siapkan infrastruktur CCS, bidik pengembangan blue ammonia di Indonesia

Ringkasan Berita:

  • PGN memperkuat bisnis energi bersih melalui pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) bersama Pertamina dan Pupuk Indonesia.
  • Kerja sama ini difokuskan untuk membangun ekosistem blue ammonia dan mendukung target Net Zero Emission melalui penangkapan, transportasi, dan penyimpanan karbon.
  • PGN akan berperan sebagai penyedia transportasi CO2 dengan memanfaatkan infrastruktur serta jalur pipa gas eksisting di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

 

, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memperkuat langkah bisnis energi bersih dengan masuk ke pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Upaya tersebut dilakukan melalui penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) bersama PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam ajang IPA Convex 2026.

Kerja sama ini difokuskan untuk mengembangkan ekosistem amonia rendah karbon atau blue ammonia di Indonesia, sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE).

Dalam studi bersama tersebut, para pihak akan mengkaji berbagai aspek mulai dari teknis, legal, ekonomi, hingga komersial terkait pengembangan CCS.

Rantai bisnis yang disiapkan mencakup penangkapan emisi karbon, transportasi CO2, hingga penyimpanan karbon ke formasi geologi bawah tanah.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Hery Murahmanta mengatakan, PGN akan mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2 dalam proyek tersebut.

“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” tutur Hery dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).

PGN akan memanfaatkan infrastruktur gas bumi yang sudah dimiliki untuk mendukung pengembangan jaringan transportasi karbon, termasuk memanfaatkan jalur right of way (ROW) pipa gas eksisting.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon. Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO2 ke depan,” terang Hery.

Tahap studi awal akan difokuskan pada wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki kawasan industri dengan kebutuhan energi tinggi.

Selain itu, perusahaan juga akan memetakan potensi wilayah lain yang dinilai layak secara infrastruktur dan keekonomian.

Kolaborasi antara grup Pertamina dan Pupuk Indonesia tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan CCS di Indonesia.

Sinergi ini menggabungkan kemampuan sektor hulu migas, infrastruktur gas dan industri pupuk dan amonia untuk menciptakan rantai pasok energi rendah karbon yang lebih terintegrasi.

Selain mendukung pengurangan emisi, proyek tersebut juga diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi yang lebih ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *