Presiden Prabowo Subianto Hadiri Panen Raya Udang di Kebumen
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam acara panen raya udang di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, pada hari Sabtu (23/5/2026). Acara tersebut menjadi momen penting dalam memantau perkembangan proyek budidaya udang yang telah berjalan selama beberapa tahun.
BUBK Kebumen dibangun antara tahun 2022 hingga 2023, dengan luas lahan mencapai 100 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 65 hektare telah terbangun, sementara luas kolam efektif mencapai 24 hektare. Proyek ini dirancang mengacu pada konsep best practice budidaya udang, termasuk penerapan intake, tandon, saluran inlet dan outlet yang terpisah, kolam produksi, IPAL, serta fasilitas pendukung lainnya.
BUBK Kebumen resmi diresmikan pada 9 Maret 2023 dan telah melakukan panen perdana pada 26 Juni 2023. Sejak saat itu, proyek ini terus berkembang dan kini memasuki tahun keempat dengan operasional siklus kedelapan. Seluruh petak produksi yang terdiri dari 139 kolam telah beroperasi secara maksimal.
Dalam acara panen raya tersebut, turut hadir Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Prabowo Subianto menyaksikan langsung proses panen dan memberikan komentarnya tentang hasil yang sangat menjanjikan.
“Panennya sekarang hasilnya sudah tingkat tertinggi. Jadi sangat menjanjikan. Tadi saya diberi laporan, satu hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa, 40 ton dan harganya sangat bagus. Harganya Rp 70 ribu per kg,” ujar Prabowo usai mengikuti panen raya udang.
Menurutnya, BUBK Kebumen merupakan proyek yang sangat bagus dan produktif. Selain itu, kawasan tersebut juga berkontribusi dalam membuka lapangan kerja karena mampu menyerap sebanyak 650 orang.
Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan budidaya berbasis kawasan di beberapa daerah lain. Di Waingapu, Sumba Timur NTT, sedang dibangun proyek dengan luas 2.000 hektare, sementara di Gorontalo, luas lahan mencapai 200 hektare.
“Kita akan bangun proyek-proyek yang produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita serta untuk dijual ke luar negeri supaya kita dapat devisa,” jelasnya.
Ia menekankan kepada jajaran kabinet untuk mendukung dan menjalankan proyek-proyek yang produktif, yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga menghasilkan nilai tambah serta meningkatkan kekayaan bangsa.
Oleh karena itu, pembangunan perkantoran ditunda sementara waktu. “Jadi maaf kita agak tunda bangun perkantoran,” tambahnya.
Selama 19 bulan kepemimpinannya, banyak pencapaian telah diraih, mulai dari swasembada beras, jagung, dan lainnya. Saat ini, pihaknya tengah berupaya agar dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, Indonesia dapat mencapai swasembada daging.
Proyek BUBK Kebumen dan Potensi Ekonomi
Proyek BUBK Kebumen tidak hanya berfokus pada produksi udang, tetapi juga berperan dalam perekonomian lokal. Dengan kapasitas produksi yang tinggi dan harga yang kompetitif, proyek ini menjadi contoh sukses dalam pengembangan sektor perikanan.
Beberapa hal yang menjadi keunggulan BUBK Kebumen antara lain:
* Teknologi modern: Penggunaan sistem intake, tandon, saluran inlet dan outlet yang terpisah memastikan kualitas air yang optimal.
* Efisiensi produksi: Dengan 139 kolam yang beroperasi secara maksimal, BUBK Kebumen mampu menghasilkan jumlah udang yang signifikan.
* Pengembangan SDM: Proyek ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 650 orang, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Rencana Pembangunan Budidaya Berbasis Kawasan
Selain BUBK Kebumen, pemerintah juga memiliki rencana pembangunan budidaya berbasis kawasan di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya meliputi:
* Waingapu, Sumba Timur NTT: Dengan luas 2.000 hektare.
* Gorontalo: Dengan luas 200 hektare.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produksi protein hewani, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Dengan demikian, negara dapat memperoleh devisa yang lebih besar.






