Pertemuan Penting antara Sekretaris Kabinet dan CEO GoTo
Pada Jumat malam, 22 Mei 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) PT GoTo Gojek Tokopedia, Hans Patuwo di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam diskusi mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan industri transportasi daring.
Teddy menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia mendengarkan dan menerima masukan dari CEO GoTo. Menurutnya, saat ini Gojek memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif di seluruh Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa sejak awal operasional, jumlah pengemudi yang bergabung dengan Gojek diperkirakan telah mencapai 3 juta orang. Angka ini mencakup pengemudi yang masih aktif, paruh waktu, maupun yang sudah tidak aktif mengemudi.
Komitmen GoTo untuk Mendukung Kebijakan Presiden
Menurut Teddy, Gojek menyatakan komitmen untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi. Salah satu langkah yang diambil adalah mengubah bagi hasil untuk pengemudi dari 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kesejahteraan para pengemudi ojek daring atau ojol.
Pemerintah dan pelaku usaha terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik yang berpihak kepada para pengemudi. Tujuannya adalah menjaga keberlanjutan ekosistem usaha agar tetap sehat dan berkembang. Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan. “Di mana aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat,” ujarnya.
Kebijakan Baru tentang Pembagian Pendapatan
Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan aturan bagi hasil untuk pengemudi ojek daring atau ojol dengan perusahaan aplikator. Dalam kebijakan baru, pengemudi ojol mendapat porsi bagi hasil yang lebih besar. Langkah ini diumumkan oleh Prabowo saat berpidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional, Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2026.
“Pembagian pendapatan dari (awalnya) 80 persen untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi,” kata Prabowo di hadapan buruh. Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah dia teken lewat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Dengan aturan tersebut, perusahaan aplikator transportasi daring hanya bisa mengambil potongan 8 persen dari pengemudi. Sebelumnya, rata-rata aplikator memotong hingga 20 persen.
Masa Depan Pengemudi Ojek Daring
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pengemudi ojek daring. Dengan pembagian pendapatan yang lebih adil, diharapkan kesejahteraan mereka akan meningkat tanpa mengorbankan keberlanjutan bisnis perusahaan aplikator. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah dan pelaku usaha dapat bekerja sama untuk menciptakan sistem yang saling menguntungkan.
Dengan langkah-langkah seperti ini, diharapkan ekosistem transportasi daring di Indonesia akan terus berkembang dengan baik, menjaga keseimbangan antara kepentingan pengemudi dan perusahaan aplikator. Ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah siap mendukung inovasi sekaligus melindungi hak-hak pekerja dalam era digital.






