Kondisi Listrik di Sumatera Barat yang Masih Tidak Maksimal
Masih ada sekitar 40 persen daerah di Sumatera Barat yang belum teraliri listrik secara maksimal hingga Sabtu (23/5/2026) pagi. Gangguan transmisi menjadi penyebab utama listrik padam massal di wilayah tersebut, Jumat (22/5/2026) malam. Sebanyak 21 Gardu Induk PLN di Sumbar sudah menyala semua, namun ada 175 penyulang atau feeder masih padam dari total 394 penyulang.
Penyulang listrik (atau feeder) adalah saluran kabel atau jaringan yang mendistribusikan tenaga listrik dari gardu induk ke gardu-gardu distribusi. Melalui penyulang pasokan listrik mengalir dengan aman dan stabil sebelum akhirnya tegangan diturunkan untuk digunakan pelanggan.
Akibat adanya penyulang yang masih padam, menyebabkan sejumlah wilayah di Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Pasaman, Pasbar, 50 kota, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Darmasraya masih ada yang mengalami pemadaman. Di daerah tersebut, terdapat kecamatan maupun desa yang listriknya belum menyala.
Penyebab Gangguan Transmisi
Gangguan transmisi menjadi penyebab listik padam massal di Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026) malam. Kabupaten dan kota di Sumbar mendadak gelap gulita usai listrik padam secara tiba-tiba sejak pukul 18.40 WIB. Kondisi ini masih berlangsung hingga pukul 22.16 WIB. Namun, berdasarkan data yang dihimpun, listrik di beberapa daerah di Padang sudah menyala kembali.
GM PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menjelaskan bahwa proses pemulihan gangguan transmisi ini terus dilakukan. “Penyebabnya gangguan transmisi, sekarang sedang bertahap untuk proses pemulihan,” kata dia.
Keluhan Mahasiswa Akibat Mati Lampu
Mati lampu massal (blackout) yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera sejak Jumat malam memicu gelombang keluhan dari masyarakat luas. Rian Anggara, seorang mahasiswa salah satu universitas negeri di Kota Padang, Sumatera Barat, mengaku sangat dirugikan dengan insiden pemadaman mendadak ini. Ia menyebut aktivitas akademisnya langsung lumpuh total seketika.
“Tadi lagi asyik ngetik laporan praktikum di laptop, tiba-tiba langsung gelap gulita. Mana jaringan seluler ikut hilang sinyalnya, jadi tidak bisa tethering internet untuk simpan data ke Google Drive,” ujar Rian saat dihubungi Jumat (22/5/2026) pukul 20.10 WIB.
Rian menambahkan, kondisi kos-kosan yang panas ditambah mati lampu membuat atmosfer belajar menjadi sangat tidak kondusif. Ia mengeluhkan minimnya antisipasi dari pihak penyedia layanan kelistrikan.
Keluhan senada juga diutarakan oleh Adrian, mahasiswi asal Batusangkar. Ia mengaku panik karena baterai ponsel belum diisi ulang sementara dirinya mau mengumpulkan tugas deadline jam 10 malam. Ia menceritakan bahwa situasi di sekitar tempat tinggalnya menjadi sunyi dan mencekam karena seluruh lampu jalanan ikut padam.
Lalu Lintas yang Semrawut
Arus lalu lintas di Simpang Alai, Kecamatan Padang Utara mendadak semrawut usai listrik padam secara mendadak, Jumat (22/5/2026). Diketahui, listrik mulai padam di Kota Padang sekitar pukul 18.40 WIB lalu. Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 20.29 WIB, arus lalu lintas tampak semrawut usai lampu lalu di Simpang Alai tidak berfungsi akibat listrik mati.
Kendaraan yang dari berbagai arah di Simpang Alai tidak memiliki pedoman untuk melintas. Beberapa pengendara juga terlihat tidak bersabar saat melintas.
Bantuan Warga Sukarela
Namun beruntung, beberapa warga secara sukarela mengatur arus lalu lintas di Simpang Alai tersebut. Beberapa momen terlihat pengendara menerobos dan tidak mengindahkan arahan masyarakat yang mengatur arus lalu lintas. Sehingga pengendara lainnya membunyikan klakson bertubi-tubi, untuk memperingatkan oknum yang nakal tersebut.
Di sisi lain, volume kendaraan tampak padat, bahkan antrean di berbagai arah sudah sampai ke bagian tengah persimpangan. Warga yang mengatur arus lalu lintas di Simpang Alai, terhitung lebih lima orang. Mereka juga bergantian saat bertugas.




