SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group mencatat pertumbuhan kinerja operasional yang menggembirakan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Selama lima bulan pertama tahun ini, arus petikemas yang ditangani mencapai 1.205.540 TEUs atau meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Capaian tersebut semakin memperkuat peran TTL Group sebagai salah satu motor penggerak rantai pasok nasional sekaligus mendukung posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan Indonesia bagian timur yang semakin terintegrasi dengan jaringan logistik global.
Pertumbuhan terbesar berasal dari Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong yang berhasil membukukan throughput sebesar 448.966 TEUs. Angka tersebut melonjak 25 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat 358.127 TEUs.
Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan signifikan arus petikemas internasional yang mencapai 238.282 TEUs atau naik hingga 91 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 124.829 TEUs. Lonjakan ini tidak terlepas dari keberhasilan TPK Teluk Lamong melayani 15 kunjungan kapal petikemas internasional adhoc selama Januari hingga Mei 2026.
Meningkatnya jumlah kunjungan kapal internasional menjadi bukti semakin besarnya kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap keandalan operasional, produktivitas terminal, serta kualitas layanan yang diberikan TTL Group.
Selain itu, TPK Nilam juga menunjukkan performa yang positif dengan mencatat throughput sebesar 221.807 TEUs atau tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 184.099 TEUs.
Peningkatan tersebut didorong implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) hasil sinergi PT Terminal Teluk Lamong bersama KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi Penataan Zona Labuh 2 Surabaya. Program ini mampu mempercepat perpindahan kapal dari area labuh menuju dermaga sehingga waktu pelayanan kapal menjadi lebih singkat, efisiensi operasional meningkat, dan frekuensi kunjungan kapal (ship call) semakin tinggi.
Sementara itu, TPK Berlian turut mencatatkan pertumbuhan positif dengan throughput mencapai 534.767 TEUs atau meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 528.970 TEUs. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang meningkatnya distribusi petikemas domestik menuju berbagai wilayah di Indonesia bagian timur yang menjadi tulang punggung konektivitas logistik nasional.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi operasional yang mengedepankan aspek keselamatan kerja, efisiensi, digitalisasi, serta pelayanan kepada pelanggan.
“Pertumbuhan kinerja hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Melalui optimalisasi layanan kapal melalui program EAZI, peningkatan keandalan peralatan, penerapan planning & control yang disiplin, transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan kerja, kami berhasil meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Kepercayaan yang terus meningkat dari perusahaan pelayaran internasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terminal yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keunggulan operasional, TTL Group juga terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Safety Improvement Program pada Maret 2026. Program tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Melalui penerapan Safety Induction, pemenuhan Minimum Safety Requirement, serta penguatan program Terminal Sterilization, perusahaan berupaya memastikan setiap proses bongkar muat berlangsung secara aman, efisien, dan minim risiko sehingga produktivitas terminal dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Memasuki semester kedua 2026, TTL Group optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan tersebut melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta perluasan konektivitas jaringan pelayaran, baik domestik maupun internasional.





