INDONESIAKINI.ID – Atta Halilintar menanggapi perasaan cemburu Ameena Hanna Nur Atta yang merasa ayahnya lebih banyak memberi perhatian kepada sang adik, Azura. Dalam unggahan Instagram pada Kamis (6/11), Atta mengatakan kasih sayangnya kepada kedua anak itu sama besar dan meminta maaf atas kekurangannya sebagai ayah.
“Cinta Papa kepada kedua anak Papa selalu sama besarnya,” tulis Atta. Ia juga menyatakan akan terus belajar menjadi ayah yang lebih baik. Atta menegaskan tidak berniat membedakan ataupun membandingkan kedua anaknya.
Perasaan Ameena menjadi pengingat bahwa kedatangan adik dapat mengubah rutinitas dan perhatian yang selama ini diterima anak pertama. Perubahan tersebut bisa sulit dipahami oleh anak kecil, yang belum tentu mampu menyampaikan rasa kehilangan perhatian secara langsung. Kecemburuan dapat terlihat dari perilaku seperti lebih rewel, mudah marah, sering mencari perhatian, atau menolak adik.
Dalam situasi seperti itu, niat orang tua bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Anak juga membentuk pemahaman dari cara mereka merasakan perhatian dan perlakuan di rumah. Karena itu, orang tua perlu mendengarkan saat anak menyampaikan merasa tersisih, alih-alih langsung menganggapnya manja atau egois.
Penelitian Meghan K. Loeser, Shawn D. Whiteman, dan Susan M. McHale yang terbit di Journal of Child and Family Studies pada 2016 membahas kaitan persepsi anak tentang perbedaan perlakuan orang tua dengan kecemburuan antarsaudara. Studi terhadap 394 remaja dari 197 keluarga itu menemukan, anak yang merasa diperlakukan kurang menguntungkan dibandingkan saudaranya cenderung mengalami kecemburuan lebih tinggi.
Temuan tersebut memberi gambaran mengenai pentingnya persepsi keadilan dalam hubungan saudara, meski penelitian itu melibatkan remaja, bukan balita atau anak prasekolah. Kebutuhan setiap anak dapat berbeda sesuai usia dan tahap perkembangannya, sehingga perlakuan adil tidak selalu berarti memberikan hal yang sama persis kepada kakak dan adik.
Orang tua, misalnya, dapat menenangkan adik yang menangis ketika kakak sedang bercerita, lalu kembali mendengarkan kakak setelahnya. Sikap itu membantu anak memahami bahwa perhatian kepada adik tidak berarti dirinya diabaikan. Kasih sayang yang ditunjukkan secara konsisten lewat ucapan dan tindakan sehari-hari juga dapat memberi kepastian bahwa setiap anak tetap memiliki tempat dalam keluarga.
Penulis: Emel Yanie





