Listrik HUT ke-81 RI Dikawal Ketat, PLN Siapkan 1.517 Genset dan 559 UPS

Teks Foto : Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memantau kesiapan petugas dan sistem kelistrikan PLN dalam rangka mengamankan pasokan listrik selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu (15/8). (ist)

DEPOK – PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan sistem kelistrikan nasional untuk mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi turun langsung memantau kesiapan kelistrikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam konferensi pers dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, yang terhubung secara daring dengan jajaran Direksi PLN di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/8) malam, Darmawan mengatakan pengamanan sistem kelistrikan dilakukan secara menyeluruh.

“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” ujar Darmawan.

Darmawan mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Menurut dia, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kesiapan kelistrikan, baik untuk kegiatan tingkat nasional maupun daerah.

“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” katanya.

Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit berada di level 51,6 GW. Dengan demikian, PLN memiliki cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1 persen.

“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegas Darmawan.

Kesiapan tersebut diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik.

Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan, PLN juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 motor operasional.

Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat. Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset.

“Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat,” tambah Darmawan.

Pulihkan Sistem Kelistrikan Kalimantan

Kesiapsiagaan PLN tidak hanya difokuskan pada pengamanan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mencakup respons cepat terhadap kondisi kelistrikan di berbagai wilayah.

Darmawan mengatakan sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit kini berangsur pulih. Penguatan dilakukan dengan tambahan pasokan dari dua pembangkit.

“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” kata Darmawan.

Kejar Pemulihan Listrik Pascagempa Flores

Di tengah persiapan pengamanan kelistrikan nasional, PLN juga bergerak cepat memulihkan infrastruktur kelistrikan yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesaat setelah gempa terjadi, petugas PLN langsung diterjunkan untuk memeriksa dan memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang terdampak.

“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar,” ujar Darmawan.

Menurutnya, sebanyak 11 gardu induk yang terdampak gempa telah kembali bertegangan pada Sabtu sore. Proses penormalan kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga pasokan listrik kembali ke pelanggan.

“Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,” katanya.

Dalam proses pemulihan, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa. Namun, PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

Darmawan menegaskan, kesiapan PLN dalam mengawal kelistrikan pada momentum kemerdekaan merupakan bagian dari semangat pengabdian kepada bangsa.

“Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami,” ujarnya.

“PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,” pungkas Darmawan.