Ringkasan Berita:
- Trik menggunakan VPN disebut dapat membantu traveler menemukan harga tiket pesawat yang lebih murah dengan mengakses pasar di negara lain.
- Perbedaan harga bisa mencapai 10–50 persen, terutama pada penerbangan internasional dan rute tertentu.
- Namun, traveler perlu memperhitungkan biaya konversi mata uang, aturan penggunaan VPN, serta kemungkinan transaksi ditolak maskapai.
Sebuah trik teknologi cerdas tengah menjadi perbincangan di kalangan komunitas traveler karena disebut dapat menghemat biaya pemesanan tiket pesawat secara signifikan hanya dengan memanfaatkan cara kerja digital.
Mengutip theworldinmypocket.co.uk, tiket pesawat yang terlihat di layar seseorang belum tentu memiliki harga yang sama dengan yang dilihat orang lain di negara berbeda. Maskapai dan situs pemesanan tiket dapat menyesuaikan harga berdasarkan lokasi geografis orang yang melakukan pencarian.
Sebagai contoh, harga penerbangan dari New York ke London yang dicari dari Amerika Serikat bisa berbeda dengan harga penerbangan yang sama ketika dicari dari Inggris, Asia, atau Amerika Selatan.
Para traveler mulai memanfaatkan sebuah teknologi sederhana untuk mengakses harga tiket yang ditawarkan maskapai di pasar geografis lain.
Mereka menggunakan Virtual Private Network (VPN), yang memungkinkan komputer atau perangkat terlihat seolah-olah berada di negara berbeda.
Dengan cara tersebut, traveler dapat mengakses harga yang ditampilkan maskapai untuk pasar tertentu.
Teknik ini disebut legal di sebagian besar wilayah hukum dan dilaporkan dapat memberikan penghematan sekitar 10 hingga 50 persen untuk penerbangan internasional.
Penghematannya bisa cukup besar.
Penerbangan yang dibanderol 800 dolar AS ketika dipesan dari Amerika Serikat, misalnya, bisa saja hanya berharga 600 dolar AS ketika dipesan melalui koneksi VPN dari pasar yang lebih murah.
Hal serupa dapat terjadi pada tiket kelas bisnis yang biasanya berharga ribuan dolar AS. Dengan mengakses pasar yang menerapkan harga lebih kompetitif, traveler berpotensi mendapatkan tiket dengan harga jauh lebih rendah.
Mengapa Harga Tiket Pesawat Berbeda Berdasarkan Lokasi?
Praktik penyesuaian harga berdasarkan lokasi pelanggan dikenal sebagai dynamic pricing atau penetapan harga dinamis.
Maskapai dan perusahaan perjalanan menggunakan algoritma untuk menyesuaikan harga berdasarkan berbagai faktor, seperti permintaan, ketersediaan kursi, musim perjalanan, daya beli konsumen, serta kondisi pasar di wilayah tempat pemesanan dilakukan.
Logika ekonominya cukup sederhana. Maskapai mengetahui bahwa rata-rata traveler di negara dengan daya beli tinggi, seperti Amerika Serikat, memiliki kemampuan membayar lebih besar dibandingkan konsumen di negara dengan tingkat pendapatan lebih rendah.
Karena itu, harga dapat dinaikkan di pasar dengan daya beli tinggi dan diturunkan di pasar yang konsumenya memiliki kemampuan membayar lebih rendah. Strategi ini memungkinkan maskapai memaksimalkan pendapatan berdasarkan kemampuan masing-masing pasar.
Perbedaan mata uang dan biaya hidup di berbagai wilayah juga turut berpengaruh. Harga yang dianggap mahal setelah dikonversikan ke satu mata uang mungkin terasa lebih terjangkau dalam mata uang lainnya.
Maskapai juga mempertimbangkan pola pemesanan di setiap wilayah. Ada pasar yang pelanggannya cenderung memesan tiket jauh-jauh hari dan bersedia membayar lebih untuk kepastian perjalanan. Di pasar lain, pelanggan mungkin lebih sering memesan pada menit-menit terakhir dan lebih sensitif terhadap harga.
Teknologi yang Memungkinkan Trik Ini
VPN merupakan perangkat lunak yang mengenkripsi lalu lintas internet dan mengarahkannya melalui server di lokasi yang dipilih pengguna.
Ketika menggunakan VPN, situs yang dikunjungi akan melihat lalu lintas internet seolah-olah berasal dari lokasi server VPN, bukan lokasi asli pengguna. Misalnya, seseorang di New York yang menggunakan server VPN di India akan terlihat oleh situs web seolah-olah berada di India.
Pada awalnya, teknologi VPN dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan privasi. Traveler menggunakannya ketika memakai Wi-Fi publik untuk mengenkripsi data dan mencegah informasi mereka disadap.
VPN juga digunakan oleh orang-orang di negara dengan pembatasan internet untuk mengakses konten tertentu, sementara perusahaan memanfaatkannya untuk membuat koneksi aman antara karyawan jarak jauh dan jaringan internal.
Namun, traveler kemudian menemukan bahwa kemampuan VPN dalam menyamarkan lokasi dapat dimanfaatkan untuk melihat harga tiket pesawat dari pasar geografis berbeda.
Dengan terhubung ke server VPN di negara yang menawarkan harga tiket lebih rendah, traveler dapat melakukan pencarian dan melihat tarif yang ditampilkan maskapai untuk pasar tersebut.
Cara Menggunakan VPN untuk Membandingkan Harga Tiket
Prosesnya relatif sederhana. Pertama, traveler memilih layanan VPN berbayar dan memasangnya pada perangkat yang digunakan untuk mencari tiket.
Artikel tersebut menyarankan untuk menghindari VPN gratis karena koneksinya cenderung tidak stabil dan dapat memiliki kelemahan keamanan.
Setelah VPN terpasang, pengguna memilih server di negara yang harga tiket pesawatnya cenderung lebih rendah. Negara-negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Eropa Timur disebut sering menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan Amerika Serikat atau Eropa Barat.
Sebelum melakukan pencarian, pengguna dapat menghapus cache dan cookie browser. Hal ini dilakukan karena situs web dapat melacak aktivitas penelusuran dan menggunakan informasi tersebut dalam menentukan harga yang ditampilkan.
Mode privat atau incognito juga dapat digunakan sejak awal proses pencarian.
Setelah VPN aktif dan browser dibersihkan, pengguna mencari penerbangan melalui situs maskapai atau platform pemesanan. Harga yang muncul kemudian dicatat.
Selanjutnya, VPN dimatikan, browser kembali dibersihkan, dan penerbangan yang sama dicari dari lokasi normal. Kedua harga tersebut kemudian dibandingkan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan.
Kapan Trik Ini Paling Efektif?
Perbedaan harga akibat lokasi geografis tidak selalu terjadi pada semua rute dan maskapai.
Teknik ini disebut paling berpotensi memberikan penghematan pada penerbangan internasional jarak jauh. Penerbangan dari Amerika Serikat menuju Eropa atau Asia, misalnya, dapat menunjukkan perbedaan harga lebih besar dibandingkan penerbangan regional jarak pendek.
Rute menuju dan dari kawasan Asia-Pasifik juga disebut sering menunjukkan variasi harga yang cukup besar. Penerbangan antara negara-negara Asia Tenggara dengan Eropa atau Amerika Utara terkadang memiliki perbedaan harga 20 hingga 50 persen atau lebih ketika diakses dari pasar geografis berbeda.
Rute Amerika Selatan juga dapat memberikan peluang penghematan karena sejumlah maskapai di kawasan tersebut menggunakan strategi harga yang lebih kompetitif.
Maskapai berbiaya rendah di Eropa, seperti Ryanair dan easyJet, juga disebut dapat menunjukkan perbedaan harga berdasarkan pasar pemesanan karena beroperasi di pasar yang sangat kompetitif.
Penghematan Tambahan dari Mata Uang dan Waktu Pemesanan
Selain perbedaan berdasarkan lokasi, traveler terkadang dapat memperoleh penghematan tambahan melalui pilihan mata uang.
Menggunakan VPN untuk mengakses harga di negara dengan mata uang yang lebih lemah dapat membuat total biaya terlihat lebih murah. Namun, traveler harus memperhitungkan nilai tukar dan biaya transaksi internasional dari kartu kredit.
Waktu pemesanan juga dapat memengaruhi harga. Maskapai sering menyesuaikan tarif berdasarkan permintaan secara real-time. Harga penerbangan yang sama bisa berubah hanya dalam beberapa jam.
Hari ketika pencarian dilakukan juga dapat memengaruhi hasil karena algoritma penetapan harga maskapai dan pola pemesanan pelanggan. Karena itu, membandingkan harga pada hari dan waktu berbeda terkadang dapat menemukan tarif yang lebih murah.
Risiko dan Keterbatasannya
Meskipun teknik pencarian harga melalui VPN disebut legal di sebagian besar wilayah, traveler tetap perlu memahami sejumlah risiko.
Beberapa maskapai memiliki sistem yang mampu mendeteksi penggunaan VPN dan mungkin menolak menyelesaikan transaksi yang berasal dari koneksi tersebut.
Lokasi kartu pembayaran juga dapat menjadi masalah. Maskapai tertentu dapat memeriksa apakah alamat penagihan kartu sesuai dengan lokasi geografis pemesanan.
Misalnya, kartu yang diterbitkan di Amerika Serikat digunakan untuk membeli tiket melalui koneksi VPN di Asia. Transaksi tersebut bisa ditolak atau memerlukan verifikasi tambahan.
Biaya konversi mata uang dan biaya transaksi internasional juga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan penghematan. Tiket yang tampak lebih murah belum tentu benar-benar lebih hemat setelah seluruh biaya diperhitungkan.
Selain itu, beberapa negara memiliki aturan yang membatasi atau melarang penggunaan VPN. Karena itu, traveler perlu memeriksa aturan yang berlaku di negara tujuan maupun negara tempat server VPN berada.
Seberapa Besar Penghematannya?
Traveler yang pernah menggunakan teknik ini melaporkan hasil yang sangat bervariasi, tergantung rute, maskapai, waktu pemesanan, serta pasar geografis yang dibandingkan.
Sebagian traveler melaporkan harga 10 hingga 20 persen lebih murah dibandingkan harga di pasar lokal. Sementara itu, ada pula yang mengklaim menemukan penghematan 30 hingga 50 persen pada rute atau waktu tertentu.
Penghematan terbesar cenderung ditemukan pada rute dengan persaingan tinggi dan pola permintaan yang berbeda antarwilayah.
Rute Asia, Amerika Selatan, serta penerbangan maskapai berbiaya rendah disebut memiliki peluang penghematan yang cukup besar. Pemesanan penerbangan pada menit-menit terakhir juga terkadang menghasilkan perbedaan harga signifikan.
Pemesanan untuk perjalanan di luar musim ramai juga dapat memberikan hasil lebih baik. Sebaliknya, pada musim liburan dengan permintaan tinggi, perbedaan harga antarwilayah cenderung lebih kecil.
Kekurangan dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Meski berpotensi menghemat banyak uang, metode ini membutuhkan waktu dan sedikit pengetahuan teknis.
Traveler harus memasang VPN, mencoba beberapa server, melakukan pencarian berulang kali, membandingkan harga, serta menghitung biaya sebenarnya setelah konversi mata uang dan biaya transaksi.
Proses pemesanan juga terkadang menjadi lebih rumit. Situs web dapat muncul dalam bahasa lokal negara tempat server VPN berada. Pembayaran juga dapat gagal jika lokasi penagihan kartu tidak sesuai dengan lokasi VPN.
Selain itu, proses refund dan komunikasi dengan layanan pelanggan bisa menjadi lebih rumit jika tiket dipesan dari lokasi geografis yang berbeda dengan lokasi sebenarnya traveler.
Apa yang Diungkapkan tentang Sistem Harga Maskapai?
Keberadaan teknik pencarian harga menggunakan VPN menunjukkan bahwa harga tiket pesawat tidak hanya ditentukan oleh biaya penerbangan atau faktor pasar yang netral.
Harga juga dapat dirancang untuk menyesuaikan jumlah yang bersedia dibayar pelanggan di pasar geografis berbeda, termasuk berdasarkan asumsi mengenai daya beli dan kesediaan membayar.
Akibatnya, dua orang dapat membeli kursi pada penerbangan yang sama dengan harga berbeda hanya karena mereka melakukan pemesanan dari lokasi berbeda.
Teknik tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun maskapai menggunakan algoritma penetapan harga yang canggih, lokasi geografis pengguna masih menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan.
Seiring semakin banyak traveler mengetahui trik ini, maskapai dan platform pemesanan kemungkinan akan meningkatkan sistem untuk mendeteksi penggunaan VPN. Sebagian maskapai mungkin memblokir pemesanan melalui VPN, sementara lainnya dapat menerapkan proses verifikasi tambahan.
Untuk saat ini, teknik pencarian harga menggunakan VPN masih berpotensi menjadi cara bagi traveler yang bersedia meluangkan waktu untuk mencari harga tiket internasional yang lebih murah. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada rute, maskapai, lokasi server, waktu pemesanan, serta biaya tambahan yang muncul.
(*)






