SURABAYA – Pameran Tunggal Lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Voza Tower Surabaya resmi berakhir, Selasa (29/9/2026). Selama dua pekan, pameran yang mengusung tema “Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Lanskap Hati Susilo Bambang Yudhoyono” tersebut mencatat 11.360 kunjungan.
Jumlah itu hampir dua kali lipat dari target awal penyelenggara yang berada di kisaran 5.000-6.000 pengunjung. Tingginya animo masyarakat bahkan sudah terlihat sejak hari pertama pameran digelar pada 15 September 2026.
Ketua Pelaksana Pameran Tunggal Lukisan SBY, Ferdy Gunawan, mengatakan angka 11.360 pengunjung tersebut merupakan catatan hingga Selasa sore.
“Hingga tadi sore total pengunjung mencapai 11.360 orang. Target kami sebelumnya sekitar 5.000 sampai 6.000,” ujar Ferdy saat penutupan pameran, Selasa (29/9/2026).
Besarnya minat masyarakat membuat kuota kunjungan langsung pada awal penyelenggaraan cepat terpenuhi. Penyelenggara kemudian melakukan penyesuaian kapasitas secara bertahap agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati 100 lukisan pilihan yang telah dikurasi.
Untuk mengatur arus pengunjung, kunjungan setiap hari dibagi menjadi lima sesi dengan waktu operasional pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Pengaturan tersebut sekaligus dilakukan agar pengunjung dapat menikmati karya secara lebih nyaman.
Pameran ini menarik perhatian dari berbagai kelompok, mulai anak-anak dan keluarga, pelajar, mahasiswa, seniman, komunitas, pengusaha, kalangan profesional hingga masyarakat umum.
Tidak hanya menyajikan karya di ruang pamer, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah agenda pendamping. Di antaranya talkshow, workshop, live painting, kegiatan mewarnai untuk anak, forum pengusaha, melukis di atas tas, fashion show wastra Nusantara, hingga pembacaan puisi karya SBY oleh siswa sekolah dasar.
Generasi muda turut mendapat ruang dalam penyelenggaraan pameran. Sejumlah siswa SMA Tanoko dilibatkan sebagai pemandu yang membantu pengunjung mengenal karya-karya yang dipamerkan.
Di balik puluhan lukisan yang tersaji, terdapat karakter tersendiri dalam proses kreatif SBY, khususnya dalam mengolah warna. Koordinator Sekretaris Pribadi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Brigjen TNI Tumpal Raines Napitupulu, menyebut kemampuan mencampur warna menjadi salah satu ciri yang terlihat dalam karya SBY.
“Bapak SBY memiliki kemampuan mencampur warna. Tidak pernah warna apa adanya,” kata Tumpal dalam rangkaian pameran di Surabaya.
Menurut Tumpal, warna dalam karya SBY tidak digunakan sekadar sebagai pelengkap visual. Proses pencampuran dilakukan untuk membangun nuansa sekaligus karakter yang ingin ditampilkan dalam sebuah lukisan.
Eksplorasi dalam berkarya juga terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Tumpal menyebut sejumlah karya SBY yang dibuat pada 2026 mulai memperoleh sentuhan artificial intelligence (AI).
“Lukisan-lukisan 2026 sudah mulai sentuhan AI,” ujarnya.
Sementara itu, kurator sekaligus penulis buku monografi pameran, Suwarno Wisetrotomo, mengkurasi karya-karya yang ditampilkan dalam pameran. Sebanyak 100 lukisan pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman visual mengenai cara SBY menangkap lanskap, cahaya, serta berbagai objek melalui medium lukisan.
Pameran di Surabaya juga menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan SBY dalam seni lukis. Bersamaan dengan pembukaan pameran pada 15 September lalu, turut diluncurkan buku monografi yang merekam perjalanan hidup SBY melalui karya seni.
Setelah Surabaya, rangkaian pameran akan berlanjut ke Jakarta pada Februari 2027. Jika di Surabaya pengunjung disuguhi 100 karya pilihan kurator, pameran berikutnya direncanakan menghadirkan lebih dari 500 lukisan SBY.






