HPV Jadi Perhatian di X, Apa Bahayanya?

Penyebab Kanker Serviks dan Tenggorokan yang Tak Terlihat

Human papillomavirus (HPV) kembali menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Topik ini sering dibahas di media sosial, terutama mengenai klaim bahwa HPV pada laki-laki sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan kanker pada perempuan, termasuk kanker serviks dan tenggorokan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HPV adalah kelompok sekitar 200 virus yang telah diketahui. Sebagian besar dari mereka tidak menimbulkan masalah, tetapi beberapa tipe berisiko tinggi dapat menyebabkan kutil kelamin hingga kanker. WHO mencatat, “Pada 90 persen orang, tubuh mampu mengendalikan infeksi ini sendiri. Infeksi HPV yang menetap dengan tipe berisiko tinggi menjadi penyebab kanker serviks dan juga terkait dengan kanker vulva, vagina, mulut/tenggorokan, penis, dan anus.” Infeksi ini sangat umum terjadi dan hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terpapar setidaknya sekali dalam hidupnya, sering kali tanpa gejala.

Data global menunjukkan dampak signifikan dari virus ini. Pada 2019, HPV menyebabkan sekitar 620.000 kasus kanker pada perempuan dan 70.000 kasus kanker pada laki-laki. Meski demikian, sebagian besar infeksi dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, sementara sebagian lainnya dapat berkembang menjadi kanker jika tidak terdeteksi.

Peran HPV dalam Kanker Serviks

Pakar mikrobiologi klinis Universitas Gadjah Mada (UGM) Tri Wibawa menekankan bahwa HPV telah lama dikaitkan dengan kanker serviks. “Virus ini mulai dikenali sejak tahun 80-an dan diketahui berhubungan dengan kanker serviks. Dikarenakan prevalensi kanker serviks ini cukup tinggi, jadi vaksin HPV mulai dikembangkan dan masuk ke Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Juni 2025.

Ia menambahkan, dalam banyak kasus, kontribusi HPV terhadap kanker serviks dapat mencapai 70 persen dan bahkan mendekati 100 persen tergantung pada sistem imun dan kelompok risiko. Penularan HPV terjadi melalui kontak langsung kulit ke kulit di area genital, sehingga hubungan seksual tanpa pertukaran cairan tubuh tetap berisiko menularkan virus.

Tri juga menegaskan bahwa tidak semua infeksi HPV menimbulkan gejala. “HPV itu ada banyak jenisnya, inkubasinya, dan gejalanya. Tidak semua virus HPV bisa memicu kanker serviks. Sebagian hanya memiliki gejala seperti kutil dan menghilang dengan sendirinya,” tuturnya. Karena itu, banyak orang yang terinfeksi tidak menyadari keberadaan virus dalam tubuhnya.

Upaya Pencegahan yang Efektif

Upaya pencegahan terus didorong melalui vaksinasi dan skrining. WHO menyebut vaksinasi HPV dapat mencegah berbagai jenis kanker yang disebabkan virus ini. Selain itu, skrining kanker serviks dilakukan untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker.

Pakar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi individu yang telah aktif secara seksual. Penggunaan pengaman, tidak berganti-ganti pasangan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk menekan risiko infeksi dan dampak jangka panjang dari HPV.

Jenis-Jenis HPV dan Gejalanya

Berikut adalah beberapa informasi tentang jenis-jenis HPV dan gejalanya:

  • HPV Tipe Rendah Risiko:

    Virus ini umumnya menyebabkan kutil kelamin atau perubahan kecil pada sel-sel yang tidak menyebabkan kanker. Contohnya adalah tipe 6 dan 11.
  • Gejala yang muncul biasanya berupa kutil di area genital atau di sekitar anus.
  • Umumnya tidak menimbulkan masalah serius dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan.

  • HPV Tipe Tinggi Risiko:

    Virus ini berpotensi menyebabkan kanker, termasuk kanker serviks, vulva, vagina, mulut/tenggorokan, penis, dan anus. Contohnya adalah tipe 16 dan 18.

  • Gejala tidak selalu muncul, sehingga banyak orang tidak sadar terinfeksi.
  • Jika tidak terdeteksi, virus ini dapat berkembang menjadi kanker dalam waktu bertahun-tahun.

Tips untuk Mengurangi Risiko Infeksi HPV

Untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko infeksi HPV, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Vaksinasi HPV:

    Vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi oleh tipe-tipe berisiko tinggi. Disarankan untuk diberikan kepada anak-anak sebelum mereka aktif secara seksual.

  • Pemeriksaan Rutin:

    Bagi perempuan, pemeriksaan pap smear dan tes HPV rutin sangat penting untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini.

  • Penggunaan Alat Kontrasepsi:

    Meskipun tidak sepenuhnya mencegah penularan HPV, penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan.

  • Hindari Berganti Pasangan:

    Semakin sedikit pasangan seksual, semakin rendah risiko terpapar HPV.

  • Jaga Kebersihan dan Imunitas Tubuh:

    Sistem imun yang kuat membantu tubuh melawan infeksi HPV secara alami. Pastikan untuk menjaga pola hidup sehat dengan istirahat cukup, olahraga teratur, dan nutrisi seimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *