Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, kembali menunjukkan dominasinya dalam balapan MotoGP Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA), Minggu waktu setempat, 29 Maret 2026. Meski tampil dominan sepanjang balapan, ia mengakui bahwa performa yang ia tunjukkan adalah hasil dari perjuangan di ambang batas kemampuan dirinya sendiri.
Sehari setelah terjatuh dalam sprint race saat berada di posisi kedua, Bezzecchi bangkit dengan cara yang meyakinkan. Ia langsung merebut pimpinan dari Pedro Acosta sejak lap pertama, meskipun sempat terjadi kontak di tikungan 11 yang merusak bagian belakang motornya. Dari momen itu, balapan praktis menjadi miliknya. Tidak ada pembalap yang mampu benar-benar menantangnya hingga garis finis.
Namun, Bezzecchi justru melihat insiden dalam sprint race sebagai pengingat. “Di sprint, kalian melihat batas saya. Ketika mencoba sedikit terlalu keras, Anda langsung sangat dekat dengan batas kemampuan. Itu garis yang sangat tipis,” ujar dia.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain dari dominasinya. Bukan karena ia jauh di atas pembalap lain, tetapi karena ia mampu menjaga performa tepat di ambang risiko. Di belakangnya, Jorge Martin sempat mencoba mendekat hingga selisih kurang dari satu detik di lap-lap akhir. Namun upaya tersebut gagal, sebagian karena kesalahan strategi di awal balapan yang membuat ban depannya overheat. “Saya mencoba menekan sampai akhir, tapi dia luar biasa cepat. Levelnya sangat mengagumkan,” kata Martin.
Sementara itu, Pedro Acosta, yang sempat bersenggolan dengan Bezzecchi di lap pembuka, mengakui bahwa duel agresif di awal balapan adalah bagian dari upayanya mengambil kendali sejak awal. Setelah kehilangan posisi, ia memilih pendekatan lebih taktis demi mengamankan podium.
“Setelah berada di depan, saya sempat kesulitan menemukan ritme. Saya harus memainkan strategi saya, dan salah satunya adalah mencoba berada di depan dan menekan sejak lap pertama. Mungkin di titik pengereman itu, dengan tangki bahan bakar penuh, saya terlalu memaksakan. Saya melebar, untungnya, semuanya berakhir dengan baik,” ucap Acosta.
Dominasi Bezzecchi di COTA juga tercermin dari catatan statistik. Ia kini memegang rekor baru dengan 121 lap berturut-turut memimpin balapan, melampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo. Meski begitu, Bezzecchi tetap merendah dalam menyikapi pencapaiannya. “Sulit dijelaskan. Ini sesuatu yang tidak pernah Anda harapkan, bahkan ketika Anda bekerja sangat keras untuk mencapainya,” ujarnya.
Kemenangan ini menempatkan Bezzecchi kembali di puncak klasemen, unggul tipis atas Martin. Ia mengoleksi 81 poin setelah tiga seri balap. Martin di peringkat kedua dengan 77 poin dan Acosta di peringkat ketiga dengan 60 poin.
Performa Bezzecchi yang Mengesankan
Bezzecchi menunjukkan kekuatannya dalam balapan MotoGP Amerika Serikat. Ia mampu memimpin sejak lap pertama, meskipun sempat mengalami kontak dengan Acosta. Meski motor rusak, ia tetap mampu mempertahankan posisi terdepan. Hal ini menunjukkan kemampuan teknis dan mental yang kuat dari pembalap asal Italia ini.
Strategi dan Kesalahan dalam Balapan
Jorge Martin dan Pedro Acosta memiliki strategi yang berbeda dalam balapan. Martin mencoba menekan Bezzecchi hingga akhir, tetapi kesalahan strategi membuatnya kalah. Acosta, di sisi lain, memilih pendekatan taktis setelah kehilangan posisi awal. Kedua pembalap ini memberikan persaingan yang menarik dalam balapan.
Rekor Baru yang Dicapai
Bezzecchi mencatatkan rekor baru dengan 121 lap berturut-turut memimpin balapan. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menunjukkan dominasinya dalam kompetisi ini. Ia berhasil melampaui rekor yang sebelumnya dimiliki oleh Jorge Lorenzo.
Posisi Klasemen Akhir
Setelah tiga seri balap, Bezzecchi berada di puncak klasemen dengan 81 poin. Jorge Martin mengikuti di posisi kedua dengan 77 poin, sedangkan Pedro Acosta berada di posisi ketiga dengan 60 poin. Kemenangan ini memperkuat posisi Bezzecchi sebagai pemimpin klasemen sementara.






