News  

KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Bawa Misi Persahabatan dan Promosi UMKM



BELAWAN, .CO – KRI Bima Suci, kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut, kembali menunjukkan perannya yang penting di panggung internasional dengan tiba di Pelabuhan Ujung Baru Belawan pada hari Minggu (5/4/2026). Kedatangan kapal ini bukan sekadar singgah biasa, melainkan bagian dari pelayaran internasional bergengsi ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026. Pelayaran ini terintegrasi dalam program Kartika Jala Krida 2026 dan disambut dengan antusiasme tinggi serta nuansa budaya yang kental.

Panglima Komando Daerah TNI AL I Deny Septiana hadir langsung bersama unsur Forkopimda dan masyarakat maritim untuk menyambut kedatangan KRI Bima Suci. Acara penyambutan berlangsung meriah dengan tarian tradisional khas Sumatera Utara dan prosesi pengalungan ulos sebagai simbol penghormatan kepada para taruna dan kadet internasional.

Dalam pernyataannya, Deny menekankan bahwa pelayaran ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar latihan laut. “Ini adalah wajah Indonesia di mata dunia. Kami hadir membawa semangat persaudaraan, kerja sama, dan perdamaian melalui diplomasi maritim,” ujarnya.

Sebanyak 79 taruna Akademi Angkatan Laut Angkatan ke-73 turut serta dalam pelayaran ini, didampingi puluhan kadet dari 25 negara, termasuk Australia, China, Kanada, Pakistan, serta sejumlah negara Eropa dan kawasan ASEAN. Kehadiran mereka menjadikan KRI Bima Suci sebagai miniatur dunia yang bergerak di atas samudra, penuh interaksi lintas budaya dan pertukaran wawasan global.

Program Kartika Jala Krida 2026 menjadi salah satu pelayaran latihan paling ambisius yang pernah digelar oleh TNI AL. Dengan durasi sekitar 124 hari, rute pelayaran mencakup berbagai negara strategis, mulai dari Surabaya, Jakarta, Belawan, hingga Colombo di Sri Lanka, kemudian berlanjut ke Singapura, Vietnam, Shanghai, Busan, Rusia, Jepang, Filipina, Bitung, dan kembali ke Surabaya. Total jarak tempuh mencapai sekitar 16.877 nautical mile, mencerminkan skala dan kompleksitas misi ini.

Lebih dari sekadar latihan navigasi, pelayaran ini menjadi sarana diplomasi soft power Indonesia. Para taruna tidak hanya ditempa menjadi pelaut profesional, tetapi juga berperan sebagai duta budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada dunia.

Misi ini juga diperluas ke sektor ekonomi. Pemerintah bersama TNI AL memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia di setiap negara tujuan. Produk lokal diperkenalkan sebagai bagian dari diplomasi perdagangan, membuka peluang pasar baru di tingkat global.

Selama berada di Belawan pada 5–8 April 2026, berbagai kegiatan digelar, mulai dari open ship untuk masyarakat, pertunjukan budaya, hingga demonstrasi militer VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure). Selain itu, kegiatan sosial seperti pembagian sembako kepada masyarakat pesisir turut memperkuat kedekatan TNI AL dengan rakyat.

Para kadet internasional juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi ikonik di Medan, seperti Istana Maimun dan Museum Rahmat, guna mengenal lebih dekat sejarah dan budaya lokal.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran KRI Bima Suci membawa dampak positif, tidak hanya bagi sektor diplomasi, tetapi juga dalam membangun citra Kota Medan di mata dunia.

“KRI Bima Suci adalah simbol kebanggaan Indonesia. Kehadirannya di Medan memberikan pengalaman luar biasa bagi para taruna internasional, sekaligus memperkenalkan keramahan kota ini,” ujarnya.

Rico juga menegaskan kesiapan Medan sebagai tuan rumah yang terbuka dan bersahabat. Ia berharap interaksi para kadet dengan masyarakat dapat meninggalkan kesan mendalam yang akan mereka bawa pulang ke negara masing-masing.

Tak hanya itu, pemerintah kota turut menyiapkan berbagai kegiatan untuk mempererat kebersamaan, termasuk agenda hiburan dan ruang interaksi santai. Beberapa destinasi lain yang direkomendasikan antara lain Museum Tjong A Fie, Masjid Raya Al-Mashun, serta Lapangan Merdeka Medan.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Belawan, KRI Bima Suci dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Colombo, Sri Lanka, melanjutkan misi panjangnya mengelilingi dunia.

Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe” di laut kita jaya, pelayaran Kartika Jala Krida 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi pelaut masa depan yang tangguh, profesional, dan berwawasan global, sekaligus menjadi duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *