News  

Untag Surabaya dan UTHM Malaysia Berkolaborasi Strategis dalam Teknik



jatim. Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperluas jaringan internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Penandatanganan Letter of Intent (LoI) dilakukan pada Selasa (7/4/), yang menandai awal kolaborasi antara dua institusi pendidikan tinggi tersebut.

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, hadir langsung dalam acara penandatanganan LoI dan menandatangani dokumen kerja sama bersama jajaran pimpinan Centre of Graduate Studies (CGS) UTHM. Di sisi lain, pihak UTHM diwakili oleh Deputy Dean (Graduate Development) CGS UTHM, Assoc Prof Ir Dr Rahisham Bin Abd Rahman, serta Dean CGS Prof Dr Mohamad Zaky bin Noh.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, khususnya di sektor keteknikan. Ruang lingkup kerja sama meliputi penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan akademik antar kedua institusi.

Supangat menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah nyata Untag Surabaya menuju kampus berkelas dunia. Ia mengatakan bahwa kerja sama ini membuka peluang luas bagi dosen dan mahasiswa untuk berkembang secara internasional, terutama di bidang teknik.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Ini membuka peluang luas bagi dosen dan mahasiswa untuk berkembang di tingkat internasional, khususnya di bidang teknik,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa Untag tidak hanya sekadar menandatangani dokumen, tetapi juga berkomitmen untuk menjalankan seluruh program kerja sama yang telah disepakati. Supangat berharap dalam lima tahun ke depan, manfaat dari kerja sama ini sudah dirasakan langsung oleh dosen dan mahasiswa.

“Saya berharap dalam lima tahun ke depan, manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh dosen dan mahasiswa,” katanya.

Di sisi lain, Rahisham Bin Abd Rahman menilai Untag Surabaya sebagai mitra strategis di Indonesia. Menurut dia, kedua institusi memiliki visi yang sejalan dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di tingkat pascasarjana.

“Kami melihat Untag sebagai mitra yang tepat. Ke depan, kami akan mengembangkan program konkret seperti pertukaran mahasiswa dan penelitian kolaboratif,” ujarnya.

LoI ini berlaku efektif sejak 6 April 2026 dengan masa kerja sama selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Kedua institusi sepakat menjalankan kerja sama dengan prinsip kesetaraan, timbal balik, serta kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia dan Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *