News  

Gubernur Kalteng Tegaskan Jam Belajar Tak Boleh Dipangkas



PALANGKA RAYA, .CO –

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal tanpa adanya pengurangan jam belajar. Hal ini dilakukan meskipun terdapat penyesuaian sistem kerja di sejumlah instansi pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng M Reza Prabowo menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah agar sektor pendidikan tetap berjalan optimal. Ia menjelaskan bahwa Gubernur ingin agar sekolah tidak mengurangi jam belajar dan justru meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler.

“Bapak Gubernur menginginkan bahwa untuk sekolah tidak ada pengurangan jam belajar dan justru harus kita tingkatkan, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang lebih dimasifkan,” ujarnya.

Reza menekankan bahwa tidak hanya jam belajar yang dipertahankan, tetapi juga tidak ada pengurangan hari sekolah maupun penerapan pembelajaran daring. Meskipun secara teknis sekolah mampu melaksanakan sistem online, pemerintah daerah memilih tetap mempertahankan pembelajaran tatap muka.

“Kalau bicara siap, sebenarnya siap untuk online. Tapi Bapak Gubernur tidak menginginkan itu. Pembelajaran harus tetap tatap muka agar pembentukan karakter lebih tertanam,” tegasnya.

Selain itu, Reza menambahkan bahwa seluruh kebutuhan pendidikan masih dapat terpenuhi karena didukung oleh kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, tidak diperlukan efisiensi di sektor pendidikan.

Dalam hal lain, kebijakan penyesuaian kerja seperti work from home (WFH) hanya diterapkan pada perangkat daerah tertentu di luar sektor pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan pegawai.

Keputusan Pemerintah Daerah

Berikut beberapa poin penting terkait kebijakan pendidikan di Kalimantan Tengah:

  • Tidak ada pengurangan jam belajar

    Sekolah tetap menjalani kegiatan belajar mengajar dengan jam yang sama seperti sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran tetap optimal.

  • Pembelajaran tatap muka tetap dipertahankan

    Meskipun kemampuan teknis sekolah sudah siap untuk pembelajaran online, pemerintah daerah memilih tetap mengadopsi metode tatap muka. Alasannya adalah untuk membentuk karakter siswa secara lebih efektif.

  • Tidak ada pengurangan hari sekolah

    Hari-hari belajar tetap berlangsung seperti biasa, tanpa adanya pemangkasan jadwal.

  • Ekstrakurikuler ditingkatkan

    Kegiatan ekstrakurikuler akan lebih dimasifkan agar siswa memiliki kesempatan untuk berkembang di luar bidang akademik.

Penyesuaian Sistem Kerja di Instansi Lain

Sementara itu, kebijakan penyesuaian sistem kerja seperti WFH hanya diterapkan pada instansi pemerintah daerah yang tidak berada di sektor pendidikan. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menjaga produktivitas dan kesehatan pegawai sambil tetap menjalankan fungsi pemerintahan secara efisien.

Kesiapan Keuangan Daerah

Kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu faktor utama dalam memastikan kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi. Dengan demikian, tidak diperlukan efisiensi di sektor pendidikan, sehingga semua program dan kegiatan bisa berjalan sesuai rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *