Kemenkes Siapkan 666 Ribu Kuota Pelatihan Penjamah Pangan SPPG

Pelatihan Penjamah Pangan Gratis untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

Kementerian Kesehatan menyediakan sebanyak 666.000 kuota pelatihan penjamah pangan gratis bagi pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Pelatihan ini disediakan sebagai upaya mempercepat sertifikasi bagi 26 ribu dapur penyedia makan bergizi gratis (MBG).

Direktur Kesehatan Lingkungan dari Kemenkes, Then Suyanti, menekankan bahwa pelatihan ini sangat penting karena menjadi syarat mutlak bagi dapur untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Kami ingin memastikan para penjamah pangan di seluruh pelosok Indonesia bisa mengikuti pelatihan ini tanpa terkendala biaya dan jarak,” ujar Then saat menjadi pembicara dalam acara Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (APPMBGI) National Summit di Jakarta Timur pada Sabtu, 25 April 2026.

Berdasarkan data yang diperoleh, saat ini sebanyak 1.780 SPPG ditangguhkan karena belum memiliki standar SLHS. Di sisi lain, Then menyampaikan bahwa penggunaan kuota pelatihan penjamah makanan gratis yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan masih sangat rendah.

Dari total 666 ribu kuota yang tersedia, baru ada sekitar 224 ribu peserta yang mengikuti pelatihan, atau sekitar 33 persen dari jumlah kuota yang tersedia. Oleh karena itu, Then meminta para pengusaha dapur untuk memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal. “Kami akan tetap membuka kuota ini hingga akhir tahun. Pelatihan ini gratis dan bisa diakses kapan saja melalui platform digital,” jelas dia.

Menurut Then, tidak ada alasan bagi para pengusaha dapur untuk tidak mengikuti pelatihan ini. Ia menjelaskan bahwa sistem pelatihan telah dirancang dengan fleksibel, menggunakan metode pre-test dan post-test. Pelatihan juga dilaksanakan secara daring melalui sistem massive open online course (MOOC) di laman resmi LMS Kemenkes Pelataran Sehat.

Isi Pelatihan dan Metode Pembelajaran

Pelatihan sertifikasi ini terdiri dari 8 jam pelajaran yang mencakup berbagai topik seperti kebijakan keamanan pangan, higiene perorangan, serta sanitasi peralatan. Para peserta yang belum lulus ujian dapat mengulang materi secara terus-menerus hingga mencapai standar kelulusan yang ditetapkan.

“Jadi sebenarnya tidak ada halangan bagi penjamah pangan untuk tidak terlatih. Jika ada kendala teknologi atau gagap teknologi, kami minta kepala SPPG atau yayasan membantu memfasilitasi para pekerjanya untuk mengakses materi tersebut,” kata Then.

Manfaat Pelatihan Bagi Dapur Makan Bergizi Gratis

Pelatihan ini bukan hanya bertujuan untuk mempercepat sertifikasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan makanan yang disajikan oleh dapur MBG. Dengan adanya sertifikasi SLHS, kualitas higiene dan sanitasi di setiap dapur akan lebih terjamin, sehingga mencegah risiko penyebaran penyakit yang berasal dari makanan.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi para pekerja di dapur MBG untuk meningkatkan kompetensi mereka. Dengan sertifikasi yang valid, para penjamah pangan akan lebih percaya diri dalam menjalankan tugasnya, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Tantangan dan Solusi

Meskipun pelatihan ini sangat bermanfaat, masih ada tantangan yang dihadapi oleh beberapa dapur MBG. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya partisipasi peserta. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidaktahuan tentang program ini atau kurangnya akses teknologi.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes menyarankan kepada para pengelola dapur untuk bekerja sama dengan organisasi atau lembaga terkait guna memfasilitasi peserta. Dengan kolaborasi yang baik, harapannya semua dapur MBG dapat memenuhi standar SLHS dan memberikan layanan makanan yang aman dan bergizi.

Kesimpulan

Pelatihan penjamah pangan gratis yang disediakan oleh Kemenkes merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan makanan di berbagai dapur MBG. Dengan kuota yang cukup besar dan metode pembelajaran yang fleksibel, pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan profesional di bidang keamanan pangan.

Kepada seluruh pengusaha dapur dan pegawai SPPG, disarankan untuk segera memanfaatkan pelatihan ini agar dapat mendapatkan sertifikasi yang diperlukan. Dengan demikian, kualitas layanan makanan di Indonesia akan semakin meningkat, dan masyarakat akan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari program MBG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *