Rina Nose dan Keputusan untuk Menjadi Childfree
Rina Nose, seorang aktris sekaligus pembawa acara ternama di Indonesia, telah memutuskan untuk tidak memiliki anak. Keputusan ini diambil setelah berdiskusi panjang dengan suaminya, Josscy Vallazza Aartsen, sejak mereka menikah pada tahun 2019. Rina mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil dari pertimbangan matang yang dilakukan bersama pasangan.
Sebagai seorang perempuan berusia 43 tahun, Rina menyadari bahwa menjadi seorang ibu akan membawa banyak tantangan. Ia mengakui bahwa ia sudah sangat mengenal dirinya sendiri dan merasa bahwa kondisi yang dimilikinya tidak cocok untuk menjadi seorang ibu. Hal ini membuatnya memilih untuk tetap childfree, istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang memutuskan tidak ingin memiliki anak.
Alasan Mengapa Memilih Childfree
Salah satu faktor utama yang membuat Rina memutuskan untuk tidak memiliki anak adalah kesadaran diri terhadap kemungkinan hal-hal yang bisa terjadi jika ia memiliki anak. Ia mengatakan bahwa keputusan itu muncul dari rasa sadar akan dirinya sendiri. Dalam wawancara dengan YouTube @C8Podcast, Rina menjelaskan:
“Triggernya yaitu karena kesadaran itu. Udah mengenali kondisi diri sendiri.”
Ia juga mempertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi jika ia memiliki anak. Dari pengalaman hidupnya, ia merasa bahwa beberapa hal yang mungkin terjadi bisa sangat rumit dan sulit untuk dihadapi. Misalnya, ia membayangkan bagaimana anaknya nanti akan bertanya dan mulai memiliki kemauan sendiri dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan. Kondisi tersebut membuatnya semakin yakin bahwa keputusan untuk childfree adalah yang terbaik.
Khawatir dengan Faktor Genetik
Selain itu, Rina juga mengungkapkan kekhawatiran terkait faktor genetik yang mungkin diturunkan kepada anaknya. Ia tak ingin sifat-sifat negatif atau tidak menyenangkan yang ada dalam dirinya justru diwariskan kepada anaknya. Ia menyadari bahwa sifat-sifat tertentu bisa saja muncul di masa depan dan memengaruhi kehidupan anaknya.
“Dan aku juga takut salah satunya misalnya ada genetik aku, sifat yang begini, sifat yang tidak menyenangkan nanti turun ke anak,” ujarnya.
Rina bahkan memikirkan masa depan anaknya secara mendalam. Ia membayangkan bagaimana kehidupan sang anak ketika dewasa dan apa yang akan dialaminya. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya ia mempertimbangkan keputusan tersebut.
Diskusi dengan Keluarga
Keputusan untuk childfree tidak diambil tanpa komunikasi dengan keluarga. Rina mengaku bahwa ia telah berdiskusi secara mendalam dengan suaminya dan juga mertuanya. Ia menyadari bahwa keputusan seperti ini sering kali menimbulkan pertanyaan dari keluarga besar. Oleh karena itu, ia memilih untuk menjelaskan secara perlahan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Aku ngobrolnya sama suamiku dulu gitu, kondisi aku gini-gini dan ternyata sama dia pun akhirnya paham gitu,” ujarnya.
Dengan pendekatan komunikasi yang hati-hati, Rina berharap dapat menjaga hubungan baik dengan keluarganya meskipun memiliki pilihan hidup yang berbeda.
Kesimpulan
Keputusan Rina Nose untuk menjadi childfree bukanlah hal yang mudah. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi, ia merasa bahwa keputusan tersebut adalah yang terbaik bagi dirinya. Ia percaya bahwa dengan memahami diri sendiri, ia bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan damai.






