Perkuat Digitalisasi, BI Sulut dan TP2DD Siap Hadapi Championship P2DD 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulut dalam memperkuat langkah digitalisasi transaksi pemerintah daerah menjelang ajang Championship P2DD 2026. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan intensif yang digelar pada 22 hingga 24 April 2026.
Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk memastikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada peningkatan angka transaksi digital, tetapi juga memastikan dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menjadi kunci utama dalam menghadapi penilaian Championship P2DD tahun ini.
Perubahan Indikator Penilaian Championship P2DD 2026
Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan bahwa arah penilaian Championship P2DD tahun ini mengalami perubahan signifikan. Pemerintah daerah kini dituntut untuk menunjukkan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
“Pendampingan ini kami dorong agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada capaian implementasi, tetapi juga pada dampak nyata. Masyarakat harus merasakan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam pembayaran kewajiban, sementara pemerintah daerah juga bisa meningkatkan penerimaan dan memperkuat kemandirian fiskal,” ujar Ircham.
Indikator penilaian Championship P2DD 2026 kini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan transaksi non-tunai. Penilaian juga mencakup kepatuhan pajak masyarakat, integrasi kebijakan digital dalam perencanaan pembangunan daerah, serta penguatan ekosistem digital di masing-masing wilayah. Selain itu, pemanfaatan data dan sistem informasi turut menjadi perhatian, termasuk kebijakan yang mampu mendorong peningkatan rasio pajak daerah atau local tax ratio.
Fokus pada Dampak Nyata Digitalisasi
Perubahan indikator ini disebut menjadi sinyal bahwa keberhasilan digitalisasi kini diukur dari dampak nyata yang dihasilkan, bukan sekadar banyaknya transaksi digital yang tercatat. Pendampingan tersebut juga menjadi ruang evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memetakan berbagai kendala di lapangan.
Dari evaluasi itu, masing-masing daerah diharapkan dapat menyusun strategi percepatan digitalisasi yang lebih tepat sasaran. “Dengan pendampingan ini, kami ingin memastikan setiap daerah memiliki roadmap yang jelas dalam memperluas ekosistem digital, meningkatkan kualitas layanan publik, dan mengoptimalkan potensi penerimaan daerah,” tambah Ircham.
Prestasi Sulawesi Utara dalam Championship P2DD 2025
Sulawesi Utara memiliki modal positif dari ajang sebelumnya. Pada Championship P2DD 2025, Sulut berhasil meraih peringkat ketiga kategori provinsi di wilayah Sulawesi. Tak hanya itu, sejumlah daerah seperti Kota Tomohon, Kota Manado, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga masuk tiga besar di kategori masing-masing.
Komitmen Bersama untuk Masa Depan Digital
Ke depan, BI Sulut bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi melalui perluasan kanal pembayaran non-tunai, integrasi sistem, hingga peningkatan literasi digital masyarakat. Langkah ini diharapkan membuat digitalisasi transaksi daerah tak hanya menghadirkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang lebih inklusif dan berdaya saing.






