News  

Jalur Pendakian Merbabu via Thekelan Tutup 5 Hari, Cek Jadwalnya

Penutupan Sementara Jalur Thekelan Gunung Merbabu

Pendakian Gunung Merbabu melalui jalur Thekelan akan ditutup sementara selama lima hari, yaitu dari tanggal 29 Mei hingga 2 Juni 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat yang akan diadakan dalam periode tersebut. Dengan penutupan ini, calon pendaki diminta untuk memilih jalur lain yang masih terbuka.

Jalur Thekelan, yang berada di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu jalur utama untuk mendaki Gunung Merbabu. Namun, selama masa penutupan, aktivitas seperti pendakian, berkemah, maupun kunjungan wisata tidak dapat dilayani melalui jalur ini.

Keputusan penutupan ini didasarkan atas permohonan dari Karang Taruna Ngudi Luhur Dusun Thekelan, Desa Batur. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Merbabu, Anggit Haryoso, menyampaikan pengumuman resmi mengenai penutupan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama periode tersebut, semua aktivitas pendakian melalui jalur Thekelan tidak dapat dilakukan.

Jalur Pendakian Alternatif yang Masih Terbuka

Anggit Haryoso juga mengimbau para calon pendaki untuk melakukan penyesuaian jadwal atau memilih jalur pendakian lain yang masih buka. Selain jalur Thekelan, terdapat empat jalur lain yang bisa digunakan untuk mendaki Gunung Merbabu, yaitu jalur Selo, Suwanting, Wekas, dan Cunthel.

Setiap calon pendaki wajib melakukan pemesanan secara online melalui laman resmi www.tngunungmerbabu.org. Proses booking ini diperlukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung.

Seluruh pengunjung juga diwajibkan untuk mematuhi protokol wisata pendakian serta menjaga keamanan, kebersihan, dan kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Hal ini penting untuk menjaga alam dan memberikan pengalaman yang baik bagi para pengunjung.

Tips untuk Calon Pendaki

Untuk memastikan perjalanan yang lancar, calon pendaki disarankan untuk:
* Memeriksa jadwal penutupan jalur sebelum merencanakan pendakian.
* Memilih jalur alternatif yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman.
* Mengikuti prosedur pemesanan secara online agar tidak mengalami kendala saat tiba di lokasi.
* Menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan selama perjalanan.

Dengan penutupan sementara jalur Thekelan, diharapkan masyarakat setempat dapat menjalankan tradisi mereka tanpa gangguan, sementara para pendaki tetap bisa menikmati pengalaman mendaki Gunung Merbabu melalui jalur-jalur lain yang tersedia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *