PALANGKA RAYA, .CO –
Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya. Pencapaian pada Triwulan I tahun 2026 menunjukkan bahwa sektor ini berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, menjelaskan bahwa progres yang dicapai dalam sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Menurutnya, kontribusi dari sektor ini khususnya retribusi objek wisata mencapai 28,94 persen atau senilai Rp173.620.000. Angka ini jauh melebihi target Triwulan I yang semula ditetapkan sebesar 20 persen.
Selain itu, data per 30 April 2026 menunjukkan bahwa capaian penerimaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) mencapai Rp234.690.000, atau sekitar 29,34 persen dari total target sebesar Rp800.000.000. Tren positif ini juga memberikan dampak yang baik terhadap sektor pajak penunjang lainnya.
Emi mengungkapkan bahwa sektor pajak makanan dan minuman juga mengalami peningkatan dengan capaian sebesar 33,01 persen atau senilai Rp11.795.454.382. Meskipun peningkatan ini dinamis, pihaknya tetap berupaya untuk terus mengoptimalkannya di masa depan.
Untuk memaksimalkan potensi sektor pariwisata, Pemko telah merancang beberapa langkah strategis. Berikut adalah beberapa langkah yang akan diterapkan:
- Memperkuat destinasi wisata unggulan seperti wisata sungai dan kawasan Kereng Bangkirai.
- Memaksimalkan digitalisasi promosi pariwisata yang terintegrasi.
- Menggunakan media sosial dan platform digital sebagai strategi termurah untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih luas.
- Berkolaborasi dengan pelaku usaha dan UMKM agar roda perekonomian lokal ikut berputar dan tumbuh.
- Meningkatkan kualitas aksesibilitas, sarana, dan prasarana wisata guna menjamin kenyamanan pengunjung.
- Memperbaiki dan menambah fasilitas pendukung seperti toilet umum yang bersih serta taman bermain anak, jika tersedia anggaran.
Selain itu, pemerintah juga berencana menyelenggarakan berbagai event wisata dan budaya untuk meningkatkan daya tarik kunjungan. Di samping itu, akan ada wisata minat khusus seperti wisata petualangan maupun pentas kesenian rutin jika anggaran memungkinkan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang berdampak langsung pada kenaikan PAD dari sisi retribusi parkir, pajak hiburan, hingga pajak makan dan minum.
Terkait dengan perawatan fasilitas umum di kawasan strategis seperti Pelabuhan Rambang dan Dermaga Kereng Bangkirai, Emi memastikan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga agar kawasan tersebut senantiasa terawat dan berfungsi maksimal. Untuk anggaran pemeliharaannya sudah tersedia di rekening sub kegiatan Pemeliharaan Barang Milik Daerah, dan dilakukan pemeriksaan serta pemeliharaan secara berkala.
Adapun untuk aspek teknis pelaksanaan pemeliharaan dan penganggarannya, kewenangan tersebut dilimpahkan kepada perangkat daerah yang berkaitan secara langsung, yakni Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata. Kedua dinas ini berperan aktif merencanakan, mengalokasikan, sekaligus mengawasi kegiatan perawatan agar pengelolaan aset daerah berjalan dengan efektif, terarah, serta akuntabel.






