Program Rehabilitasi Mangrove di Papua Barat Daya
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sedang menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan tutupan lahan mangrove di wilayah tersebut. Saat ini, sekitar 99 persen dari lahan mangrove di Tanah Papua telah terjaga dengan baik, sementara hanya 0,1 persen yang masih perlu diperbaiki melalui penanaman ulang di berbagai daerah, termasuk Papua Barat Daya.
Dalam rangka memperbaiki kondisi lahan tersebut, pemerintah provinsi melakukan penanaman mangrove dan rehabilitasi lahan tandus seluas 85 hektare di Kabupaten Maybrat. Proyek ini dilaksanakan dalam tahun anggaran 2025-2026 dan didukung oleh anggaran sebesar Rp3,8 miliar. Saat ini, proyek sedang memasuki tahap pemeliharaan agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.
Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial
Sarteis Sagrim, Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Papua Barat Daya, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada penanaman, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat kawasan mangrove. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan perlindungan lingkungan.
“Selain penanaman, pemerintah juga gencar mengampanyekan kepada masyarakat agar ikut menjaga dan merawat kawasan mangrove,” ujarnya.
Penanaman dan Pemeliharaan
Program penanaman mangrove di Maybrat dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur. Selain itu, pemerintah juga membagikan bibit kepada kelompok perhutanan sosial, masyarakat, serta berbagai mitra seperti gereja, sekolah, TNI, dan Polri. Proses distribusi bibit melalui verifikasi dan pengecekan lapangan untuk memastikan efektivitas program.
Selain mangrove, pemerintah juga melakukan penanaman 16.000 bibit buah seperti mangga dan rambutan. Proyek ini diharapkan memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat dalam lima hingga enam tahun ke depan.
Strategi Berkelanjutan
Menurut Sarteis, berbagai program yang dilaksanakan merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Pemprov Papua Barat Daya dalam menjaga lingkungan, meningkatkan tutupan lahan hijau, serta mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sektor kehutanan dan pertanian.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan kehutanan. Dengan adanya penanaman bibit buah dan mangrove, diharapkan masyarakat dapat memiliki sumber penghidupan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Keterlibatan Masyarakat
Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam keberlanjutan program ini. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Dengan dukungan anggaran yang cukup besar dan komitmen pemerintah, harapan besar ditempatkan pada keberhasilan program ini. Diharapkan, dalam beberapa tahun ke depan, wilayah Papua Barat Daya dapat menjadi salah satu daerah yang memiliki tutupan lahan hijau yang baik dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.






