News  

Pelantikan KAUP 2026–2030: Sayuti Abubakar Siapkan Program Khusus untuk Lulusan FHUP

Pelantikan Pengurus Baru KAUP FHUP

Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Pancasila (FHUP) telah resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti periode 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di lingkungan Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/5/2026). Acara ini menjadi momen penting bagi komunitas alumni yang ingin memperkuat koneksi dan memberikan kontribusi nyata bagi para lulusan hukum.

Visi dan Misi Pengurus Baru

Dalam sambutannya, Ketua Umum KAUP FHUP terpilih periode 2026–2030, Dr. Sayuti Abubakar, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat konektivitas antar-alumni. Ia menyatakan bahwa sebuah organisasi alumni tidak perlu terjebak pada konsep ideal secara teori, namun harus lebih mengedepankan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Sebagaimana saya sampaikan tadi, yang namanya paguyuban itu enggak ada yang ideal sebenarnya. Yang paling penting ini bagaimana membangun koneksi antara alumni sehingga mereka bisa bersilaturahmi. Dengan bersilaturahmi, mereka bisa saling memberi manfaat,” ujar Sayuti Abubakar.

Sayuti Abubakar merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Pancasila angkatan 1999. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum pada 2003 dan magister hukum pada 2015 di Universitas Pancasila. Gelar doktor ia raih pada 2024 dari Universitas Trisakti. Dalam karier profesionalnya, Sayuti dikenal sebagai advokat senior Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Saat ini, dia juga menduduki jabatan sebagai Wali Kota Lhokseumawe.

Tanggung Jawab Moral dan Program Strategis

Sebagai wadah bagi para lulusan hukum, KAUP FHUP memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang hukum. Pihaknya telah menyiapkan berbagai program strategis, mulai dari pelatihan profesi hingga edukasi berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar para alumni yang berkarier sebagai jaksa, hakim, hingga advokat dapat menjalankan tugasnya dengan integritas tinggi.

“Kita punya kewajiban dan program kerja bagaimana bisa memberikan latihan, berbagai macam pendidikan, dan edukasi. Profesinya itu kan ada yang sudah jadi jaksa, hakim. Kita berikan edukasi bagaimana mereka bisa menjalankan profesinya itu dengan penuh keteguhan,” jelasnya.

Sayuti juga menaruh perhatian khusus bagi para lulusan baru (fresh graduate). Ia berencana menggelar pelatihan profesi sesegera mungkin dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter sebagai fondasi awal.

“Kita akan melaksanakan pelatihan untuk profesi yang paling cepat bagi mahasiswa yang baru lulus. Tapi yang paling penting itu sebelumnya ada pembentukan karakter dulu, supaya kita atur template-nya seperti apa,” tambah Sayuti.

Sinergi dengan Kampus

Di lokasi yang sama, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Dr. Lisda Syamsumardian, menyambut baik visi pengurus baru tersebut. Lisda menilai sinergi antara kampus dan alumni sangat krusial, terutama dalam menjembatani antara teori hukum di ruang kelas dengan praktik di lapangan.

“Kita terus bersinergi, salah satunya adalah kita harus siap mencetak mahasiswa-mahasiswa berprofesi hukum yang siap di dunia kerja. Itu tidak cukup hanya diajarkan teori, tapi juga praktik,” kata Lisda.

Ia berharap para alumni yang kini telah sukses berkiprah di berbagai sektor hukum dapat memberikan kontribusi nyata bagi adik-adik tingkat mereka, salah satunya melalui penyediaan program magang.

“Dengan adanya alumni yang sudah berkiprah di luar, mereka harus berkontribusi membuka magang, misalnya di pengadilan, kejaksaan, hingga law firm. Ini akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa saat mereka lulus nanti,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *