News  

Penyaluran BBM Naik 20 Persen, Antrean Solar Masih Mengular di Pekanbaru



PEKANBARU – Meski Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah meningkatkan penyaluran BBM jenis solar dan pertalite hingga 20 persen selama libur panjang, antrean kendaraan tetap mengular di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru, Jumat (1/5/2026).

Peningkatan konsumsi bahan bakar seiring mobilitas masyarakat disebut menjadi salah satu penyebab kepadatan. Namun di lapangan, keterlambatan distribusi dan sempat kosongnya stok, terutama solar dan pertalite pada pagi hari, membuat antrean semakin panjang, khususnya untuk kendaraan berbahan bakar diesel di jalur-jalur utama.

Di SPBU Sidomulyo Barat, Jl. Sukarno Hatta Pekanbaru, stok solar diketahui telah habis sejak sehari sebelumnya. Manajer SPBU, Jamal, mengatakan kekosongan tersebut hanya bersifat sementara karena masih menunggu pengiriman dari pemasok.

“Kalau di sini stok aman, tidak ada kendala. Untuk pertalite juga aman, tidak ada kelangkaan. Solar memang kemarin habis, sekarang kami masih menunggu pengiriman. Sore nanti sudah ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga BBM masih sesuai ketentuan yang berlaku, yakni pertalite Rp10.000 per liter, pertamax sekitar Rp20.000 per liter, dan solar Rp6.700 per liter.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan antrean panjang tidak terhindarkan. Imam, salah satu warga Pekanbaru mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar.

“Dari jam 11 sudah nunggu. Memang biasanya kalau solar antreannya seperti ini. Dari jam 11 sampai sekarang masih antre,” katanya saat ditemui di SPBU Simpang Baru.

Keluhan serupa juga disampaikan petugas di SPBU Sidomulyo Timur. Ia menyebutkan pertalite habis sekitar pukul 10.00 WIB, disusul solar yang juga cepat habis, sehingga antrean kendaraan, terutama truk, memanjang di jalan menunggu stok masuk.

“Pertalite tadi pagi sekitar jam 10 sudah habis. Solar juga sudah habis, jadi antrean truk memanjang di jalan menunggu stok masuk,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan bahwa peningkatan konsumsi BBM menjelang libur panjang 1–3 Mei 2026 menjadi faktor utama terjadinya kepadatan di sejumlah SPBU. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penyaluran BBM jenis solar dan pertalite telah ditingkatkan hingga 20 persen dari rata-rata normal.

“Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah meningkatkan penyaluran BBM jenis solar dan pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal,” kata Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, Pertamina juga melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan seluruh lembaga penyalur guna memastikan distribusi berjalan lancar. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi BBM dapat merata.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, menilai antrean panjang BBM di sejumlah SPBU menunjukkan adanya persoalan dalam rantai distribusi yang perlu segera dievaluasi. Ia menegaskan kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat kecil yang bergantung pada BBM untuk menjalankan usaha, seperti nelayan, petani, dan pelaku UMKM.

Menurutnya, jika stok BBM dalam kondisi aman seperti yang disampaikan pemerintah, maka persoalan kemungkinan besar terletak pada distribusi di lapangan. Karena itu, ia meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan.

“Ini sangat menyulitkan masyarakat, terutama yang bergantung pada BBM untuk usaha. Kita minta pemerintah mengevaluasi distribusi, termasuk Pertamina Patra Niaga. Kalau ada penyimpangan, harus ditindak tegas. Kita ini daerah penghasil minyak, tapi masyarakat justru harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM,” ujarnya.

Faktor Penyebab Antrean BBM

Beberapa faktor utama yang menyebabkan antrean BBM di Pekanbaru meliputi:

  • Peningkatan permintaan akibat mobilitas masyarakat yang meningkat selama libur panjang.
  • Keterlambatan distribusi dari pemasok, terutama pada pagi hari.
  • Kosongnya stok BBM di beberapa SPBU, terutama solar dan pertalite.
  • Tidak meratanya distribusi yang menyebabkan antrean terjadi di beberapa titik tertentu.

Upaya yang Dilakukan oleh Pertamina

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi masalah antrean BBM, yaitu:

  • Meningkatkan penyaluran BBM hingga 20 persen dari rata-rata normal.
  • Melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi dan stok BBM.
  • Berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
  • Mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi merata.

Tanggapan dari Masyarakat dan Tokoh

Banyak masyarakat yang merasa kesulitan karena antrean BBM yang panjang. Beberapa tokoh, seperti anggota DPRD Riau, menilai bahwa masalah ini tidak hanya terkait dengan stok, tetapi juga dengan distribusi yang tidak merata. Mereka menyarankan pemerintah untuk lebih proaktif dalam mengawasi proses distribusi dan menindak tegas jika ada penyimpangan.

Kesimpulan

Antrean BBM di Pekanbaru selama libur panjang menunjukkan bahwa meskipun penyaluran telah ditingkatkan, masih ada tantangan dalam distribusi. Diperlukan koordinasi yang lebih baik antara Pertamina dan lembaga penyalur, serta kesadaran masyarakat untuk tidak membeli BBM secara berlebihan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan antrean BBM dapat diminimalkan dan distribusi BBM lebih merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *