SURABAYA – Relawan kemanusiaan asal Indonesia akan ambil bagian dalam misi kemanusiaan internasional menuju Gaza melalui jalur darat (land convoy) dalam rangkaian inisiatif global Global Sumud Flotilla. Gerakan ini merupakan kolaborasi masyarakat sipil lintas negara yang berfokus pada pengiriman bantuan kemanusiaan serta dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak di Gaza.
Konvoi darat tersebut direncanakan dimulai dari Tripoli, Libya, dan melintasi sejumlah wilayah hingga Mesir, dengan tujuan akhir mencapai perbatasan Rafah sebagai pintu utama distribusi bantuan. Misi ini melibatkan ratusan hingga ribuan partisipan dari berbagai negara, termasuk relawan kemanusiaan, tenaga medis, hingga tenaga teknis.
Sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, agenda doa bersama sekaligus pelepasan relawan akan digelar pada Minggu (4/5/2026) pukul 10.00–12.00 WIB di Masjid Nuruzzaman Kampus B Universitas Airlangga, Gubeng, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memberikan dukungan serta doa kepada para relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Dari Surabaya, dua relawan akan diberangkatkan untuk mewakili Indonesia, bergabung dengan empat relawan lainnya dari Bandung dan Jakarta. Dengan demikian, total enam relawan Indonesia akan mengikuti agenda land convoy ini.
Inisiatif di Surabaya juga membawa semangat untuk memperluas partisipasi publik dalam aksi kemanusiaan. Selama ini, kegiatan solidaritas kerap terpusat di Jakarta dan Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepedulian masyarakat dapat tumbuh lebih merata, termasuk di Surabaya dan wilayah Jawa Timur.
Selain menjadi momentum pelepasan relawan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur publik terhadap isu kemanusiaan di Gaza, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, baik melalui doa, dukungan moral, maupun kontribusi lainnya.
Dewan Pengarah GPCI, Ziyad, menyampaikan bahwa keterlibatan para relawan merupakan bagian dari ikhtiar kolektif masyarakat sipil dalam merespons isu kemanusiaan global.
“Misi ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan bantuan dan kepedulian. Tidak semua harus berada di lokasi, namun setiap orang dapat mengambil peran dengan caranya masing-masing,” ujarnya.
Selain melalui aksi konvoi darat, upaya kemanusiaan untuk Gaza juga dilakukan melalui berbagai jalur lain, termasuk jalur laut yang telah berjalan sejak awal April 2026 dari Barcelona, Spanyol, serta forum internasional yang mendorong terbukanya akses bantuan secara lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, misi land convoy ini tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan, perdamaian, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait di setiap wilayah yang dilalui. Pihak penyelenggara juga tengah mengupayakan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir guna memastikan kelancaran dan dukungan bagi para relawan.






