SURABAYA – Perubahan skema seleksi jalur prestasi akademik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Surabaya mendapat dukungan dari kalangan pendidik. Ketua PGRI Surabaya, Agnes Warsiati, menilai langkah tersebut sudah tepat karena tetap menempatkan nilai rapor sebagai komponen utama dalam penilaian.
Menurut Agnes, rapor mencerminkan proses belajar siswa secara menyeluruh selama menempuh pendidikan di sekolah. Karena itu, pembobotan terbesar pada rapor dinilai sudah sesuai.
“Pembobotan terbesar memang seharusnya pada rapor, karena mencerminkan proses belajar siswa selama di sekolah,” ujar Agnes, (01/05/26) Jum’at.
Ia juga menilai kehadiran Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai bagian dari penilaian dapat memberikan nilai tambah. Hasil TKA, kata dia, bisa dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.
“Nilai TKA ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) resmi mengubah komposisi penilaian jalur prestasi akademik.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa penilaian kini terdiri dari 60 persen nilai rapor dan 40 persen hasil TKA. Sebelumnya, seleksi sepenuhnya mengandalkan nilai rapor.
“Komposisinya sekarang 60 persen dari rapor dan 40 persen dari TKA. Ini yang menjadi dasar penilaian untuk jalur prestasi akademik,” kata Febrina.
Ia menjelaskan, perubahan ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap capaian akademik siswa sekaligus mendorong motivasi belajar.Penentuan komposisi tersebut juga telah melalui kajian bersama berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SD hingga SMP sendiri telah rampung. Namun, Dispendik masih memberikan kesempatan bagi siswa yang belum mengikuti ujian untuk mengikuti TKA susulan pada 11–19 Mei 2026.
“Suasananya sama seperti tes utama, hanya jumlah pesertanya lebih sedikit. Kami ingin memastikan semua siswa tetap memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.
Tercatat, sekitar 60 siswa jenjang SMP akan mengikuti TKA susulan, sementara data peserta dari jenjang SD masih dalam proses pembaruan.
Adapun jalur penerimaan dalam SPMB 2026 tidak mengalami perubahan, yakni tetap meliputi jalur afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.






