Penghentian Operasional Angkot AC Depok dan Rencana Penggantian Armada Listrik
Layanan angkutan kota (Angkot) AC Depok resmi berhenti beroperasi mulai 2 Mei 2026. Informasi ini diumumkan melalui media sosial oleh PT Comuter Anak Bangsa (CAB). Di hari terakhir layanan tersebut beroperasi, pihak perusahaan juga menyematkan selembaran pengumuman di kabin mobil. Sopir-sopir yang bertugas juga berpamitan kepada penumpang yang menggunakan layanan angkot AC ini.

Dodi, Koordinator Lapangan PT CAB, membenarkan bahwa layanan angkot AC atau D10A akan berhenti beberapa hari lagi. Ia berharap Pemerintah Kota Depok dapat memberikan bantuan agar layanan ini tetap beroperasi. “Angkot ini swasta murni. Kalau ada kerjasama misalnya subsidi. Subsidi kan tidak semuanya berupa uang. Bisa saja dari KIR atau dari pajak,” ujarnya di Terminal Jatijajar.
Lebih jauh, penghentian operasional angkot AC Depok ini juga terungkap dalam surat yang diunggah oleh akun media sosial PT CAB. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa layanan Mikrotrans Depok D-10A mengalami kerugian sejak mulai beroperasi pada Juli 2023 akibat sepinya penumpang. Kondisi ini membuat operator memutuskan untuk menghentikan sementara operasional trayek D-10A.
Dodi berharap Wali Kota Depok bisa memberikan kebijakan terkait permasalahan ini. Menurutnya, selama ini angkot ini selalu penuh penumpang dan menjadi pilihan banyak pengguna transportasi umum yang tidak ingin keluar ongkos double untuk naik ojol atau transit menggunakan angkot lain. “Para sopir juga punya keluarga, kalau angkotnya tidak lagi beroperasi mereka belum dapat pekerjaan baru,” katanya.
Sementara itu, Kasi Angkutan Penumpang Dalam Kota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Mathaeous Ericson Siahaan, membenarkan penghentian operasional tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memastikan layanan di rute tersebut tetap akan dilanjutkan dengan konsep baru yakni dengan penggantian armada kendaraan listrik. “Untuk skema secara teknis sama, jalur trayek D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar via GDC (Grand Depok City) dengan kendaraan lebih ramah lingkungan atau go green, ber-AC dan ada CCTV,” ujar saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan penggunaan armada listrik diharapkan dapat menekan biaya operasional sehingga tarif bisa lebih murah. “Artinya selama ini dengan menggunakan bahan bakar fosil, biaya operasionalnya terlalu tinggi. Nah, sekarang mudah-mudahan nanti tarifnya bisa flat Rp 5.000,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir karena layanan akan kembali berjalan dalam waktu dekat. “Masyarakat bisa tenang dulu, ini akan terhenti sementara secara operasionalnya dan akan segera bergulir untuk angkutan listriknya dalam waktu dekat,” kata Aan.
Saat ini, rencana pengoperasian armada listrik tersebut masih dalam tahap administrasi sebelum kembali diluncurkan. Diketahui, angkot AC Depok atau D10A dikelola oleh pihak swasta yakni PT CAB yang tujuannya untuk peremajaan angkutan. Pengoperasiannya bersifat swasta murni dan bukan angkutan bersubsidi pemerintah.
Angkot dengan basis Wuling Confero S tersebut beroperasi dengan sistem modern atau cashless. Rute angkot AC ini melayani Terminal Depok ke Terminal Jatijajar atau sebaliknya. Tarif angkot AC ini pada awalnya adalah Rp 1.000, namun terakhir naik menjadi Rp 9.000. Di sisi lain, bila tarif terus dinaikkan untuk menanggung operasional, dikhawatirkan penumpang akan berkurang.
