Arsenal Juara Invincibles, Melaju ke Final Liga Champions Tanpa Kekalahan

Arsenal Kembali ke Final Liga Champions Setelah Dua Dekade

Arsenal kembali menembus final Liga Champions setelah sekian lama. The Gunners, julukan dari klub asal London ini, berhasil memastikan tempatnya di final setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 (agregat gol 2-1) dalam laga leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Emirates, London, pada tanggal 6 Mei.

Ini bukan hanya sekadar pencapaian yang mengulang masa lalu mereka pada musim 2005–2006. Martin Odegaard dan rekan-rekannya juga berhasil mengulang rekor yang pernah dicatat oleh Arsenal pada masa itu, yaitu tidak terkalahkan sejak fase grup. Pada musim ini, Arsenal mencatatkan 11 kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang dari 14 pertandingan sejak fase league. Sementara pada musim 2005–2006, Arsenal meraih delapan kemenangan dan empat hasil imbang dari 12 laga sejak fase grup.

Lebih Agresif dalam Serangan

Salah satu penentu kemenangan Arsenal dalam pertandingan kemarin adalah Bukayo Saka. Gol yang dicetaknya pada menit ke-45 menjadi kunci kemenangan tim. Dalam wawancara dengan Football London, Saka menyatakan bahwa ekspektasi besar yang dihadapi Arsenal saat ini sama seperti dua dekade lalu.

’’Sekarang kami sudah di final, dan kami harus memenanginya,’’ ujarnya. Saka, yang mengenakan ban kapten sejak awal laga karena Odegaard bermain sebagai pengganti, menunjukkan komitmennya untuk membawa tim ke puncak.

Dibandingkan dengan era 2005–2006, Arsenal musim ini lebih agresif dalam serangan. Mereka mampu mencetak 29 gol, sedangkan pada masa lalu hanya 14 gol. Meski begitu, performa tersebut tidak sepenuhnya bebas dari kritik, terutama karena beberapa laga terakhir hanya mampu mencetak rata-rata satu gol. Namun, Saka tetap optimis dan menekankan pentingnya fokus pada pekerjaan diri sendiri.

’’Abaikan itu dan fokus dengan pekerjaan diri sendiri. Kami merasa telah melangkah lebih maju,’’ tambahnya.

Masukan Thierry Henry

Sebagai mesin gol utama Arsenal pada musim 2005–2006, Thierry Henry turut memberikan kontribusi dalam kesuksesan tim saat ini. Saran Henry untuk mempertahankan Myles Lewis-Skelly sebagai gelandang pivot, bersama Declan Rice, didengarkan oleh pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

Henry, yang dikenal dengan nama panggilan Titi, memberikan masukan dalam ulasan sehari sebelum laga. Lewis-Skelly biasanya bermain sebagai bek kiri, tetapi Arteta memainkannya sebagai gelandang pivot saat Arsenal mengalahkan Fulham FC 3-0 di Premier League akhir pekan lalu (2 Mei). Meskipun sepanjang musim, Arteta lebih percaya pada Rice dan Martin Zubimendi sebagai duet di lini tengah.

’’Aku percaya dia (Lewis-Skelly) dapat membantu tim ini memenangi laga dan dia benar-benar mampu membuktikannya,’’ puji Arteta seperti dilansir dari laman resmi klub.

Atmosfer di Emirates Mirip Highbury

Dua dekade lalu, Arsenal meninggalkan Highbury Stadium, markas lamanya, untuk pindah ke Emirates Stadium. Atmosfer laga leg kedua semifinal melawan Atletico di Emirates kemarin (6 Mei) dianggap memiliki vibes yang mirip dengan Highbury saat Arsenal menjamu Villarreal CF di semifinal Liga Champions 2005–2006. Kebetulan, skor akhir sama-sama 1-0.

Kiper Arsenal, David Raya, bahkan belum pernah melihat suporter Arsenal, yang disebut Gooners, memberikan dukungan yang luar biasa dalam laga tersebut. ’’Mereka memberi energi kepada tim dan itu memberi tambahan motivasi bagi kami,’’ ucap Raya saat berbicara kepada TNT Sports.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *