Mencari Ikan Sapu-sapu untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem Air Tawar



jogja.

YOGYAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan upaya menjaga kelestarian ekosistem air tawar melalui kegiatan Gerebek Ikan sapu-sapu. Kegiatan ini dilaksanakan di Rawa Kalibayem, Kelurahan Ngestiharjo, Kabupaten Bantul, pada hari Kamis (7/5).

Kepala DKP DIY Hery Sulistio Hermawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengendalikan ancaman ikan invasif yang semakin mendominasi perairan darat di Yogyakarta.

“Gerebek ini menjadi bagian penting dalam perlindungan ekosistem. Keberadaan ikan sapu-sapu saat ini menjadi ancaman serius bagi kelestarian ikan lokal karena daya tahan hidupnya yang tinggi dan minimnya predator alami,” ujar Hery di sela-sela kegiatan.

Ikan sapu-sapu (Loricariidae) bukanlah spesies asli Indonesia, tetapi berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Di Indonesia, jenis yang paling umum ditemukan adalah dari genus Pterygoplichthys.

Ikan sapu-sapu memiliki tubuh yang dilapisi kulit keras menyerupai baju zirah (skut), mulut berada di bagian bawah (ventral) yang berfungsi sebagai alat penghisap dan mampu hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah atau tercemar.

Selain itu, ikan ini memiliki alat bantu pernapasan tambahan berupa labirin sehingga tetap bisa bertahan hidup meski kondisi air memburuk.

Dampak Negatif bagi Ekosistem Sungai

Dominasi ikan sapu-sapu di perairan umum seperti di sungai dan rawa membawa dampak buruk karena akan bersaing sumber makanan dengan ikan lokal.

Sebagai pemakan alga dan detritus, mereka sering kali ikut memakan telur ikan lokal yang mengakibatkan penurunan drastis populasi ikan asli seperti wader, nilem, dan tawes.

Kebiasaan ikan sapu-sapu membuat lubang di tebing sungai untuk bertelur dapat menyebabkan erosi dan pendangkalan sungai.

Ikan sapu-sapu tidak memiliki predator alami sehingga populasinya terus meningkat.

Upaya Penelitian dan Pemanfaatan

Selain melakukan pembasmian, DKP DIY berencana melakukan penelitian lebih lanjut mengenai aspek keamanan pangan ikan ini.

“Kami akan meneliti apakah ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem aman dikonsumsi. Jika hasilnya memenuhi indikator keamanan pangan, ke depannya ikan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein atau produk olahan lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Hery.

Melalui kegiatan ini, DKP DIY berharap sinergi lintas sektor dapat terus terjaga demi memastikan perairan umum di Jogja tetap menjadi rumah yang aman bagi ikan-ikan lokal asli Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *