Remaja Denpasar Tunaikan Haji Bersama Ibu, Lanjutkan Niat Ayah yang Telah Meninggal
Seorang remaja asal Denpasar, Fardan, berhasil menarik perhatian banyak orang saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Ia datang bersama jamaah haji Indonesia lainnya dalam Kloter SUB 71. Keberangkatan mereka ke Tanah Suci terjadi pada Minggu (10/5/2026) pukul 17.30 waktu Arab Saudi.
Fardan tidak hanya sekadar menunaikan ibadah haji, tetapi juga membawa makna yang lebih dalam. Di balik perjalanan spiritual ini, tersimpan kisah haru keluarga kecilnya. Ia dan ibunya, Siska, berangkat untuk melanjutkan niat sang ayah yang telah meninggal dunia. Kepergian ayah mereka menjadi luka mendalam, namun Fardan memilih untuk mengambil peran besar dalam menemani ibunya menuntaskan impian yang sebelumnya ingin dilakukan bersama-sama.
Di tengah ribuan jamaah haji, sosok Fardan terlihat dengan langkah mantap. Ia berjalan di antara rombongan jamaah lainnya sambil sesekali menoleh untuk memastikan ibunya tetap berada di sisinya. Wajahnya penuh semangat, meski usianya masih muda. Fardan mengaku senang bisa tiba di tanah suci dan merasa bahagia dapat mendampingi ibunya selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Sebelum berangkat, Fardan telah mengikuti manasik haji agar memahami tata cara pelaksanaan rukun dan wajib haji. Hal ini memberinya persiapan yang cukup matang untuk menghadapi proses ibadah yang rumit. Meskipun masih belia, ia menunjukkan tanggung jawab dan kesadaran yang tinggi terhadap ibadah yang akan dijalankannya.
Sementara itu, sang ibu, Siska, mengaku terharu sekaligus bersyukur. Meski harus berangkat tanpa suami tercinta, ia merasa dikuatkan dengan kehadiran putranya yang siap menjadi pendamping selama menjalani ibadah haji. Kebersamaan Fardan dan Siska menjadi simbol kekuatan dan cinta yang tak tergantikan.
Kisah Fardan dan ibunya menjadi contoh nyata bahwa ibadah haji bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang makna dan kekuatan hati. Dengan usia yang masih muda, Fardan menunjukkan bahwa ia mampu mengambil peran penting dalam hidup keluarganya. Ia tidak hanya menjalani ibadah haji, tetapi juga membawa harapan dan doa dari ayahnya yang telah pergi.
Tidak hanya itu, Fardan juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk melakukan hal-hal besar. Dengan semangat dan keyakinan, ia mampu menghadapi tantangan dan mengisi ruang kosong yang ditinggalkan oleh ayahnya. Keberaniannya dalam mengambil tanggung jawab ini menjadi nilai tambah yang sangat berharga.
Selama perjalanan di Tanah Suci, Fardan dan ibunya akan menjalani berbagai rangkaian ibadah haji. Mulai dari thawaf, wukuf, hingga melempar jumrah. Semua prosesi ini akan dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Dengan dukungan satu sama lain, mereka akan menjalani setiap tahapan dengan penuh semangat dan keyakinan.






