Barcelona Juara LaLiga 2025/2026 Setelah Kalahkan Real Madrid
Barcelona berhasil meraih gelar juara LaLiga musim ini setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-0 dalam pertandingan El Clasico di Camp Nou, Senin (11/5) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak hanya memastikan gelar liga kedua secara beruntun bagi Barcelona, tetapi juga menegaskan dominasi mereka di kompetisi domestik musim ini.
Pertandingan yang berlangsung dalam atmosfer penuh tekanan dan emosi sejak awal menjadi momen penting dalam sejarah rivalitas antara dua raksasa Spanyol tersebut. Dukungan suporter tuan rumah sudah terasa bahkan sebelum kick-off, dengan harapan besar bahwa malam itu akan menjadi malam perayaan gelar.
Barcelona kemudian memperkuat momentum tersebut lewat dua gol cepat dari Marcus Rashford dan Ferran Torres yang membuat Camp Nou bergemuruh. Gol-gol tersebut membawa Barcelona unggul 2-0 atas Real Madrid dan memastikan gelar liga mereka.
Real Madrid kesulitan mengembangkan permainan, meski beberapa kali mencoba membangun serangan melalui Vinícius Junior. Namun, setiap kali sang winger Brasil menguasai bola, ia langsung mendapat sorakan keras dari pendukung tuan rumah.
Gesture Flexing Vinicius Jadi Sorotan
Di tengah tekanan tersebut, Vinicius sempat melakukan gesture yang memancing perhatian publik, bahkan emosi pendukung Barcelona. Ia menunjukkan angka “1” dan “5” dengan jarinya ke arah suporter Barcelona, merujuk kepada 15 trofi gelar juara Liga Champions yang dimiliki Real Madrid.
Gestur itu dianggap sebagai sindiran halus kepada fans tuan rumah di tengah pesta juara Barcelona, yang pada akhirnya berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0. Setelah peluit panjang dibunyikan, Barcelona resmi merayakan gelar LaLiga mereka di hadapan pendukung sendiri.
Para pemain dan staf pelatih turun ke lapangan untuk merayakan pencapaian tersebut dalam suasana penuh euforia. Meski kalah, para pemain Real Madrid tetap menunjukkan sportivitas. Vinicius termasuk salah satu yang terlihat mendatangi pemain Barcelona dan staf pelatih untuk memberikan ucapan selamat sebelum meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.
Klarifikasi Gavi
Menariknya, pemain Barcelona, Gavi yang sempat bersitegang dengan Vinicius, memberikan klarifikasi. Baginya, momen panas di sebuah pertandingan, apalagi El Clasico, merupakan sesuatu yang wajar.
“Ini sepak bola. Apa yang terjadi di lapangan tetap di lapangan,” terang Gavi dalam wawancarnya kepada Movistar.
“Aku bilang padanya agar diam (saat Vini menyebut 15 Liga Champions).”
Gavi juga memberikan pengakuan soal Vinicius sebagai sosok yang ekspresif, namun meledak-ledak dalam merespons sebuah peristiwa di lapangan pertandingan.
“Dia pemain hebat. Aku sangat berbeda di luar lapangan. Dia pemain yang temperamental, sama sepertiku,” aku gelandang timnas Spanyol.
Sejarah Baru dalam Rivalitas Barcelona dan Real Madrid
Terlepas dari itu, kemenangan ini sekaligus mengantar Barcelona meraih gelar liga ke-29 mereka, dan mempertahankan status juara untuk musim kedua beruntun. Sebelumnya, momen serupa hanya pernah terjadi pada musim 1931/1932 ketika Real Madrid memastikan gelar usai bermain imbang 2-2 melawan Barcelona.
Kini, rivalitas dua raksasa Spanyol itu kembali memasuki babak baru. Real Madrid masih memimpin sejarah, tetapi Barcelona terus mendekat dan mengancam tahta Los Blancos sebagai raja LaLiga sepanjang masa.






