BI Balikpapan Catat Pertumbuhan QRIS Positif, 25 Ribu Merchant Baru Bergabung

Pertumbuhan Transaksi QRIS di Wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser

Penggunaan transaksi digital berbasis QRIS di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus menunjukkan pertumbuhan yang positif pada awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, volume transaksi QRIS mencapai 21,49 juta transaksi atau sekitar 25,63 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Capaian ini menunjukkan tren penggunaan pembayaran non tunai yang semakin meningkat di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa realisasi tersebut tergolong cukup baik mengingat tahun 2026 baru memasuki triwulan pertama. Target volume transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Balikpapan pada 2026 sebesar 83,84 juta transaksi. Sampai Maret, realisasinya sudah mencapai 21,49 juta transaksi atau sekitar 25,6 persen. Jadi, untuk Maret ini sudah seperempat target tercapai.

Penggunaan QRIS Terus Meluas

Menurut Robi, tren transaksi non tunai di wilayah kerja BI Balikpapan terus meningkat seiring semakin luasnya penggunaan QRIS di berbagai sektor usaha dan layanan masyarakat. Tidak hanya volume transaksi, pertumbuhan merchant baru QRIS juga menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang awal 2026.

BI Balikpapan menargetkan penambahan sebanyak 25.242 merchant baru QRIS sepanjang tahun ini. Hingga Maret 2026, jumlah merchant baru yang telah menggunakan QRIS mencapai 25.242 merchant atau sekitar 45,23 persen dari target tahunan. Artinya masyarakat dan pelaku usaha sudah semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Hal ini yang terus didorong agar ekosistem transaksi non tunai semakin luas.

Robi menilai penggunaan QRIS kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat, mulai dari pembayaran makanan, transportasi, hingga kebutuhan usaha kecil dan menengah. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang beralih ke sistem pembayaran digital, kepercayaan masyarakat terhadap sistem ini semakin meningkat.

BI Balikpapan Terus Dorong Edukasi Digital

Meski pertumbuhannya cukup positif, BI Balikpapan masih melihat adanya sejumlah wilayah dan sektor usaha yang perlu didorong agar penggunaan transaksi digital semakin merata. Menurutnya, masih terdapat beberapa area yang tingkat penggunaan QRIS-nya belum optimal. Karena itu, edukasi dan sosialisasi penggunaan QRIS akan terus dilakukan sepanjang tahun 2026.

“Kami tetap dorong QRIS ini karena memang masih ada beberapa area-area yang perlu kita push lagi. Jadi perluasan penggunaan QRIS tetap menjadi fokus,” jelas Robi. Upaya ini bertujuan agar semua masyarakat dapat merasakan manfaat dari sistem pembayaran digital yang praktis, cepat, dan aman.

Pengguna QRIS Kaltim Hampir Sentuh Target

Untuk diketahui, target pengguna QRIS di Kalimantan Timur pada 2026 sebesar 1.032.014 pengguna. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna QRIS di Kaltim tercatat mencapai 886.663 pengguna. Dari jumlah tersebut, sekitar 41 persen atau kurang lebih 363 ribu pengguna berasal dari wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser yang masuk dalam wilayah kerja BI Balikpapan.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. BI Balikpapan optimistis target penggunaan QRIS sepanjang 2026 dapat tercapai, terutama dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang mulai beralih ke sistem pembayaran digital.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *