SDN Manukan Kulon II/499 B Cetak 56 Gol di Fase Gugur MLSCSeri 2

Perkembangan Sepak Bola Putri Usia Dini di Surabaya

Potensi sepak bola putri usia dini di Surabaya kembali menunjukkan perkembangan yang positif melalui ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026. Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah SDN Manukan Kulon II/499 B. Tim asal Surabaya Barat ini tampil sangat impresif sepanjang fase gugur turnamen, bahkan menjadi tim paling produktif dengan torehan 56 gol.

Penampilan luar biasa mereka semakin lengkap setelah berhasil mengalahkan juara MLSC Surabaya Seri 1 2025-2026, SDN Kalirungkut I/264, dengan skor 3-1 pada babak perempat final di Lapangan Jala Krida Mandala, Sabtu (16/5). Performa yang luar biasa ini menunjukkan bahwa sepak bola putri di level sekolah dasar mulai berkembang pesat.

Persiapan yang Konsisten dan Disiplin

Pelatih SDN Manukan Kulon II/499 B, Hamka Dwi Subekti, menyatakan bahwa perkembangan performa para pemain tidak lepas dari latihan yang dilakukan secara konsisten sejak awal persiapan turnamen. “Untuk performa para pemain pastinya harus selalu siap. Kami sudah melakukan persiapan dari awal dengan intensitas latihan konsisten,” ujarnya.

Menurut Hamka, meningkatnya kualitas permainan para pemain menunjukkan bahwa sepak bola putri di level sekolah dasar mulai berkembang. Selain latihan bersama tim, para pemain juga diminta untuk menambah latihan mandiri di rumah agar kemampuan individu semakin terasah. Ia menjelaskan bahwa fokus latihan tidak hanya pada teknik bermain, tetapi juga penguasaan bola dan kondisi fisik pemain agar tetap stabil selama kompetisi berlangsung.

“Anak-anak juga latihan sendiri di rumah, terutama untuk penguasaan bola,” katanya. Meski jadwal pertandingan yang padat membuat para pemain sempat kelelahan karena harus menjalani laga dan skill challenge sejak pagi, Hamka bersyukur timnya tetap mampu menjaga performa hingga pertandingan selesai.

Sosok Anindita Nadia Lesmana yang Menonjol

Selain permainan kolektif tim, sosok Anindita Nadia Lesmana juga menjadi perhatian di turnamen ini. Sebagai striker SDN Manukan Kulon II/499 B, ia tampil tajam dengan koleksi 28 gol. Anindita mengatakan disiplin latihan menjadi kunci utama menjaga konsistensinya di lapangan.

Ia mengaku rutin menambah latihan sendiri di rumah di luar jadwal latihan tim. “Latihan secara disiplin di rumah, terus ditambah sendiri latihannya dan jaga konsistensi,” ujarnya. Pemain yang mengidolakan Erling Haaland dan Justin Hubner itu rutin menjalani latihan tambahan seperti jogging, squat, dan ball mastery.

Bahkan, menjelang turnamen intensitas latihannya meningkat menjadi setiap hari demi menjaga performa dan sentuhan bola. “Biasanya kalau tidak ada kompetisi saya latihan seminggu tiga kali, tapi kalau dekat turnamen begini saya latihan setiap hari,” katanya.

Target Tinggi di MLSC Surabaya Seri 2 2025-2026

Lewat performa impresif tersebut, Anindita memasang target tinggi di MLSC Surabaya Seri 2 2025-2026. Ia ingin membawa timnya menjadi juara sekaligus meraih predikat pencetak gol terbanyak. “Target saya di turnamen ini memang ingin menjadi top skor dan juara satu,” tuturnya.

Dengan peningkatan kualitas permainan dan dedikasi yang tinggi dari para pemain serta pelatih, sepak bola putri usia dini di Surabaya semakin menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Turnamen seperti MLSC Surabaya Seri 2 2025-2026 menjadi wadah penting dalam menggali bakat-bakat muda yang memiliki kemampuan luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *