Kondisi Awal yang Menantang
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan berat saat memulai balapan Moto3 Catalunya 2026. Ia harus start dari posisi ke-20, sebuah posisi yang tidak ideal bagi seorang pembalap. Namun, meski situasi tidak mudah, Veda tetap menunjukkan semangat dan optimisme untuk meraih hasil terbaik.
Hasil Kualifikasi yang Tidak Memuaskan
Pada hari kedua Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Veda kembali meraih hasil yang tidak memuaskan. Ia gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2) dalam sesi kualifikasi. Meskipun pada awalnya ia tampil cukup menjanjikan, Veda akhirnya turun ke posisi ketujuh setelah rival-rivalnya mencatatkan waktu tercepat di akhir sesi Q1.
Perjuangan dan Kendala yang Dihadapi
Veda mengungkapkan bahwa hasil kualifikasi tersebut tidak sesuai dengan harapan. Ia mengakui bahwa dirinya dan tim mengalami kesulitan dalam menemukan performa terbaik sejak awal akhir pekan balapan.
“Kami cukup berjuang keras sejak kemarin untuk mencoba menemukan perasaan terbaik dengan motor dan juga menyesuaikan gaya berkendara saya dengan kondisi yang ada. Langkah demi langkah kami meningkat selama sesi dan pagi ini kecepatannya terlihat lebih baik, jadi masih ada hal positif dari hari ini meskipun hasil kualifikasi tidak seperti yang kami inginkan,” ujar Veda.
Ia juga menyampaikan bahwa selama sesi Q1, ia merasa percaya diri dan nyaman bertarung dengan pembalap lain. Namun, di menit-menit akhir, semua orang berkembang pesat dan catatan waktu putaran Veda tidak cukup untuk masuk ke Q2.
Perubahan Grid Akibat Hukuman
Hasil melempem tersebut sejatinya membuat Veda harus memulai balapan dari posisi ke-21. Akan tetapi, terjadi perubahan grid setelah Casey O’Gorman mendapat hukuman dengan penurunan grid 12 posisi karena mengemudi dengan kecepatan yang sangat lambat selama sesi Q1. Akibatnya, Veda akan memulai balapan dari posisi ke-20 pada grand prix Moto3 Catalunya 2026 yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (17/5/2026) pukul 16.00 WIB.
Semangat dan Target yang Tinggi
Meski posisi start tidak ideal, Veda tetap tidak menyerah. Pembalap asal Gunungkidul itu menargetkan tampil menyerang sejak awal guna menyodok pembalap yang berada di barisan depan.
“Targetnya adalah menyerang sejak awal, memulihkan posisi dengan cepat dan mencoba bertarung dengan kelompok depan selama balapan,” pungkas Veda.
Kesimpulan
Meski menghadapi banyak tantangan, Veda Ega Pratama tetap menunjukkan sikap profesional dan tekad kuat. Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia berharap dapat membuktikan kemampuannya di lintasan dan memberikan hasil yang membanggakan bagi tim serta masyarakat Indonesia.






