Desain yang Menarik dan Material Premium
Infinix XBOOK B14 menawarkan desain yang cukup menarik bagi pasar laptop di Indonesia pada 2026. Dibandingkan dengan merek besar lainnya yang biasanya menawarkan spesifikasi standar pada kisaran harga Rp 6 jutaan, Infinix memilih untuk memberikan kombinasi prosesor Ryzen seri HS, RAM DDR5 hingga 16 GB, serta bodi dari bahan aluminium ringan.
Dari sisi desain, XBOOK B14 tampil lebih premium dibanding kebanyakan laptop di kelas harga serupa. Penggunaan material aluminium alloy membuat tampilannya terasa lebih mahal, sementara bobot sekitar 1,18 kg menjadikannya nyaman untuk mobilitas harian. Sertifikasi MIL-STD 810H juga memberi kesan bahwa laptop ini dirancang untuk penggunaan aktif sehari-hari.
Layar yang Menyenangkan Namun Tidak Terlalu Istimewa
Layar 14 inci IPS beresolusi 1920×1200 dengan rasio 16:10 menjadi salah satu nilai tambah dari XBOOK B14. Area vertikal ekstra terasa nyaman untuk mengetik dokumen, browsing, atau membuka spreadsheet. Sayangnya, kualitas panelnya belum terlalu istimewa. Tingkat brightness sekitar 250 nits membuat layar kurang nyaman dipakai di area terang atau outdoor, sementara reproduksi warnanya juga belum ideal untuk editor foto dan video yang membutuhkan akurasi tinggi.
Performa yang Mengesankan
Performa menjadi sektor paling menarik dari Infinix XBOOK B14. Varian Ryzen 5 7535HS maupun Ryzen 7 7735HS menawarkan tenaga yang cukup besar untuk kelas harga Rp 6-8 jutaan. Aktivitas multitasking, pekerjaan office, editing ringan, hingga penggunaan banyak tab browser dapat dijalankan dengan lancar.
Kombinasi RAM DDR5 16 GB dan SSD NVMe 512 GB juga membuat pengalaman penggunaan terasa responsif. Dalam kelas harga ini, konfigurasi tersebut masih cukup sulit ditandingi brand besar yang kadang masih menawarkan RAM 8 GB.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Meski begitu, laptop ini bukan tanpa kelemahan. Pendinginan menjadi salah satu titik kompromi yang mulai terasa ketika prosesor dipaksa bekerja berat dalam waktu lama. Dalam penggunaan ringan, kipas memang relatif tenang. Akan tetapi saat rendering, gaming ringan, atau multitasking berat, suara fan mulai terdengar cukup agresif.
Daya tahan baterainya juga tergolong cukup, bukan luar biasa. Baterai 55 Wh masih aman untuk pekerjaan harian, tetapi prosesor HS yang lebih bertenaga membuat konsumsi dayanya lebih tinggi dibanding laptop Ryzen seri U yang fokus pada efisiensi.
Fitur Charging yang Praktis
Di sisi lain, fitur charging 65W USB-C Power Delivery menjadi nilai tambah praktis. Pengguna bahkan bisa memakai charger smartphone tertentu atau power bank PD untuk mengisi daya laptop ini.
Layanan Purna Jual yang Masih Perlu Dikembangkan
Hal lain yang masih menjadi perhatian adalah layanan purna jual Infinix di Indonesia. Dibanding Lenovo, ASUS, HP, atau Acer, jaringan servis Infinix memang belum sebesar brand lama. Untuk pengguna yang sangat memikirkan kemudahan servis dan ketersediaan sparepart jangka panjang, faktor ini masih layak dipertimbangkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Infinix XBOOK B14 adalah laptop dengan value sangat agresif. Laptop ini cocok untuk mahasiswa, pekerja kantoran, atau pengguna yang ingin performa tinggi dengan budget terbatas.
Akan tetapi, jika pengguna mengutamakan kualitas layar lebih baik, thermal lebih stabil, atau dukungan servis yang lebih matang, laptop dari Lenovo, ASUS, atau HP masih punya daya tarik tersendiri meski spesifikasinya kadang kalah di atas kertas.





