Danantara kolaborasi 6 pemda percepat PSEL, investasi capai US$5 miliar



JAKARTA — Danantara bekerja sama dengan enam pemerintah daerah dalam penandatanganan kerja sama percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Enam wilayah yang terlibat dalam kerja sama ini adalah Lampung Raya, Serang Raya, Semarang Raya, Medan Raya, Bogor Raya 2, serta Kabupaten Bekasi. Keenam daerah ini membentuk aglomerasi gabungan yang akan berkolaborasi dalam proyek ini.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Berbasis Teknologi. Tujuan utama dari peraturan ini adalah untuk mengurangi dampak sampah perkotaan melalui inovasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pembangunan PSEL akan diprioritaskan pada wilayah yang menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari atau telah masuk kategori darurat. Ia menjelaskan bahwa daerah-daerah dengan volume sampah yang sangat tinggi seperti Bantargebang dan sejumlah lokasi lainnya membutuhkan solusi cepat agar dapat diubah menjadi sumber energi bersih.

“Darurat itu yang tadi, yang dikatakan tanda tangan ini, yang di atas 1.000 ton, seperti Bantargebang dan lain-lain yang tingginya sudah hampir gedung 15-16 lantai. Itu yang harus dipercepat menjadi energi yang bersih, listrik,” ujar Menteri Zulkifli Hasan kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik telah teruji dan dinilai aman bagi lingkungan karena tidak menimbulkan bau maupun zat beracun.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya penanganan masalah sampah di berbagai daerah. Daerah dengan volume sampah di bawah 1.000 ton per hari akan diatur melalui regulasi tersendiri.

“Untuk membuat Indonesia bersih dan asri. Asri itu aman, sehat, resik, indah. Yang terus disampaikan kepada Presiden. Khususnya di perkotaan dalam 3 tahun ke depan. Jadi separuh akan selesai di 2027. Separuh lagi di Mei 2028,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Sjahrir menyebut proyek tersebut sebagai salah satu proyek besar, terutama dari sisi pendanaan. Ia mengungkapkan bahwa nilai penggalangan dana proyek tersebut mencapai US$5 miliar, yang menunjukkan skala investasi yang signifikan.

“Secara fundraising juga ini 5 miliar dolar, Pak, jumlahnya. Jadi enggak kecil. Kami perlu support dari semua, termasuk juga dari masyarakat, karena ini merupakan krisis sampah,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah lebih dulu menandatangani kerja sama pembangunan PSEL dengan Danantara pada Senin (4/5/2026). Proyek ini diharapkan menjadi contoh nyata dalam pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi tantangan sampah di kawasan perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *