PALANGKA RAYA, .CO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya mencatat bahwa sebanyak 1.613 dari total 1.615 ekor sapi yang diperiksa menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dinyatakan sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
Sugiyanto, Kepala DPKP Kota Palangka Raya, menjelaskan bahwa hanya dua ekor sapi yang tidak layak dikurbankan karena mengalami kondisi monorchid. “Testisnya seharusnya ada dua, tetapi hanya satu, sehingga tidak dinyatakan layak untuk kurban,” ujarnya pada Selasa (26/5/2026).
Meski tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban, kedua ekor sapi tersebut tetap dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan.
Selain sapi, DPKP juga melakukan pemeriksaan terhadap kambing yang akan digunakan sebagai hewan kurban di Kota Palangka Raya. Hingga saat ini, sebanyak 167 ekor kambing telah diperiksa dan semuanya dinyatakan sehat.
“Jumlah kambing yang diperiksa saat ini ada 167 ekor, dan semua dalam kondisi sehat. Tahun ini tampaknya masyarakat lebih beralih ke sapi untuk dijadikan hewan kurban,” kata Sugiyanto.
Pemeriksaan hewan kurban dilakukan di berbagai titik penjualan, mulai dari pedagang besar hingga masyarakat yang menjual ternak dalam jumlah kecil. Total sekitar 24 lokasi telah diperiksa oleh petugas.
“Yang paling banyak adalah pedagang besar, ada yang menjual puluhan hingga ratusan ekor,” ujarnya.
DPKP juga melakukan pengawasan terhadap potensi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak kurban selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Ada 38 ekor ternak yang didiagnosis PMK, tapi semuanya sudah diobati dan dinyatakan sembuh,” jelas Sugiyanto.
Menurutnya, diagnosis awal PMK belum tentu memastikan hewan positif terjangkit karena masih harus melalui observasi dan pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan hewan.
“Tidak semua yang didiagnosis langsung positif PMK, tetap dilakukan observasi lebih lanjut,” tambahnya.
Di sisi lain, DPKP memastikan stok hewan kurban di Kota Palangka Raya masih aman karena jumlah sapi sehat dan layak kurban mencapai 1.613 ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 1.324 ekor.
“Tahun lalu kebutuhan sekitar 1.204 ekor, sekarang diperkirakan sekitar 1.324 ekor atau naik sekitar 10 persen,” jelasnya.
Masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memastikan ternak yang dipilih telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas berwenang.
“Tidak perlu khawatir, stok masih cukup sampai Iduladha, tapi tetap pastikan hewan yang dibeli sudah diperiksa kesehatannya,” tutup Sugiyanto.






