BERITA  

Si Tole, Sapi Kurban Prabowo yang Manja Saat Makan

Presiden Prabowo Subianto Beli Sapi Kurban dari Peternak Lokal

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan dukungan terhadap peternak lokal dengan membeli hewan kurban dari berbagai daerah. Pada momentum Idul Adha 2026 ini, Presiden memilih untuk membeli sapi kurban yang berasal dari wilayah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur. Setiap sapi yang dibeli memiliki ciri khas dan bobot yang berbeda-beda, bahkan ada yang mencapai berat 1 ton.

Salah satu sapi yang menarik perhatian adalah Si Tole, yang memiliki bobot seberat 1,6 ton. Sapi ini dibeli oleh Presiden dari Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Si Tole tidak hanya unik karena bobotnya yang besar, tetapi juga karena sifatnya yang manja. Menurut pemiliknya, Jovan Pratama, sapi jenis limosin ini selalu menunjukkan kecintaan kepada dirinya.

  • Saat makan, Si Tole menunjukkan sifat manjanya. Jika wadah pakan tidak dipegang oleh Jovan, ia tidak akan mau makan. Namun, jika wadah tersebut dipegang, ia akan langsung lahap mengonsumsi makanan.
  • Selain itu, Si Tole sering kali menggosokkan kepalanya ke tubuh Jovan, sikap yang disebut sebagai “mendusel”.

Jovan menjelaskan bahwa Si Tole awalnya memiliki berat sekitar 1,5 ton ketika dibeli, namun setelah dirawat selama satu tahun, bobotnya meningkat menjadi 1,6 ton. Sapi ini kemudian dibeli oleh Presiden seharga Rp122 juta sebagai bentuk bantuan masyarakat (banmas). Nantinya, Si Tole akan disalurkan ke Masjid Besar Nurul Huda di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

Sapi Sambo dari Kota Tangerang

Selain Si Tole, Presiden Prabowo juga membeli sapi lain yang bernama Sambo. Sapi ini memiliki bobot seberat 1,1 ton dan berasal dari Kota Tangerang, Banten. Sambo diperoleh dari tempat penggemukan milik Muhammad Roji, yang berlokasi di Kampung Gunung, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh.

Roji menyebutkan bahwa Sambo telah menjalani proses penggemukan selama tiga tahun terakhir. Selama masa tersebut, sapi ini mendapatkan perawatan khusus, mulai dari pola makan hingga kebersihan.

  • Sambo rutin mandi dua kali sehari, pagi dan sore, untuk menjaga kebersihannya.
  • Pakan yang diberikan terdiri dari ampas tahu, konsentrat, serta singkong.
  • Selain itu, kesehatan Sambo juga dipantau secara ketat, termasuk pemberian vitamin B Kompleks dan B12, serta vaksinasi lengkap sesuai instruksi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang.

Sebelum dipilih oleh Presiden, Sambo juga melewati serangkaian uji kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah, air liur, hingga kotoran menunjukkan bahwa sapi ini negatif dari penyakit antraks maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Harga jual Sambo sekitar Rp120 jutaan. Untuk penyaluran hewan kurban ini, masih dilakukan di area Kota Tangerang.

Beragam Sapi Kurban yang Dipilih Presiden

Dari berbagai daerah, Presiden Prabowo memilih sapi-sapi yang memiliki karakteristik unik dan bobot yang luar biasa. Salah satunya adalah sapi bernama ‘Sontrot’ yang dimiliki oleh Supardiono, pemilik Ubi Jaya Farm di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sapi ini memiliki bobot sekitar 1,50 ton dan memiliki nama yang cukup menarik perhatian.

Setiap sapi yang dibeli oleh Presiden bukan hanya sekadar hewan kurban, tetapi juga representasi dari kerja keras para peternak lokal. Dengan membeli hewan kurban dari peternak, Presiden menunjukkan apresiasi terhadap komunitas peternak dan membantu meningkatkan perekonomian mereka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *