Anti Bau Prengus, Menu Kambing Timur Tengah ala Java Paragon Bikin Nagih

Teks Foto : Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menghadirkan pengalaman kuliner Timur Tengah melalui olahan kambing premium yang empuk, juicy, dan kaya rempah. (ist)

SURABAYA – Idul Adha identik dengan olahan daging kambing. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung menikmati daging kambing dengan cita rasa premium, empuk, kaya rempah, namun tetap nyaman di lidah tanpa aroma prengus yang terlalu kuat. Menjawab tren kuliner tersebut, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menghadirkan menu autentik khas Timur Tengah yakni Laham Mashwi & Nasi Kabsah yang terinspirasi dari cita rasa Arab–Tunisia.

Berbeda dari olahan kambing pada umumnya, menu ini memadukan daging kambing panggang dengan teknik slow roast selama berjam-jam bersama nasi berbumbu rempah khas Timur Tengah yang kaya aroma namun tetap ringan di lidah masyarakat Indonesia.

Sous Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Sugiarto mengungkapkan bahwa kunci utama menghilangkan bau prengus kambing bukan pada proses pencucian, melainkan pemilihan bagian daging, marinasi, serta teknik pemanggangan yang tepat.

“Banyak orang sebenarnya menyukai kambing, tapi masih takut dengan aroma yang terlalu kuat atau tekstur yang alot. Kesalahan paling umum saat memasak kambing adalah mencucinya terlalu lama karena dianggap bisa menghilangkan bau. Padahal justru bisa membuat aroma khas kambing semakin keluar,” ujarnya, (27/05/26) Rabu.

Untuk menghasilkan tekstur yang empuk dan juicy, daging kambing dimarinasi menggunakan campuran bawang putih, bawang bombai, baharat, jintan, ketumbar, lada hitam, minyak zaitun, air lemon, dan garam. Setelah didiamkan beberapa jam, daging dipanggang perlahan dalam suhu rendah hingga empuk dan berwarna kecokelatan.

Sementara itu, Nasi Kabsah dimasak menggunakan beras basmati dengan perpaduan rempah seperti kayu manis, kapulaga, cengkeh, dan kunyit. Kaldu hasil panggangan kambing turut digunakan untuk memperkuat cita rasa nasi agar semakin gurih dan harum.

Hidangan ini juga dilengkapi topping almond, kismis, daun ketumbar, serta sambal khas Timur Tengah yang dibuat dari tomat, cabai rawit, bawang putih, dan perasan jeruk nipis sehingga memberikan sensasi rasa segar dan seimbang.

Salah satu pengunjung, Lanny Nathalia, mengaku awalnya tidak terlalu menyukai olahan kambing karena aroma khasnya. Namun setelah mencoba menu tersebut, persepsinya berubah.

“Surprisingly, ini salah satu menu kambing terenak yang pernah saya coba. Dagingnya empuk banget, rempahnya terasa tapi tidak overpowering, dan nasinya wangi. Bahkan sambalnya bikin rasanya semakin balance. Kalau biasanya makan kambing terasa berat, yang ini justru ringan dan nagih,” ungkapnya.