Ferrari Luce, yang diluncurkan pada hari Senin (25/5), langsung menarik perhatian publik dengan berbagai respons positif dan negatif. Banyak orang mengapresiasi inovasi yang ditawarkan oleh mobil ini, sementara sebagian lainnya merasa tidak terkesan dengan desainnya yang bekerja sama dengan LoveFrom, sebuah firma yang dipimpin oleh Sir Jony Ive. Namun di balik perdebatan mengenai penampilannya, Ferrari juga memiliki potensi besar melalui platform baru mereka yang dikenal sebagai Ferrari Elettrica.
Platform listrik khas Ferrari ini dirancang untuk memberikan performa tinggi sambil tetap mempertahankan modulitas agar bisa dikembangkan ke berbagai model mobil. Salah satu fitur paling menarik dari platform ini adalah motor listrik independen per roda. Setiap roda ditenagai oleh motor dengan tenaga maksimal 1.035 dk dan torsi mencapai 990 Nm. Ditambah baterai berkapasitas 122 kWh, Luce diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 kilometer dan mencapai kecepatan maksimum 310 km/jam.
Dengan teknologi paten ini, Ferrari tidak hanya memperkuat posisinya sendiri, tetapi juga membuka peluang bagi brand-brand Italia lainnya untuk mengadopsi platform Luce. Dengan demikian, mereka dapat mempercepat proses elektrifikasi tanpa harus merancang sistem dari awal.
Kolaborasi dengan Maserati
Salah satu brand yang berpotensi besar untuk menggunakan platform Luce adalah Maserati. Sejarah kerja sama antara Maserati dan Ferrari sudah lama ada, seperti dalam kasus Maserati Quattroporte yang menggunakan mesin Ferrari F136. Saat ini, Maserati masih fokus pada model-model seperti Grecale dan GranTurismo, yang menawarkan alternatif bagi konsumen global yang biasa memilih BMW atau Mercedes.
Meskipun Maserati masih mempertahankan MC20 yang menggunakan mesin V6 Nettuno, yang memiliki kemiripan rancangan dengan Ferrari F154 V8, brand ini belum memiliki kendaraan listrik yang mampu bersaing dengan Maserati GranTurismo Folgore. Dengan platform Luce, kemungkinan besar Maserati akan merilis “Quattroporte Folgore” di masa depan, menjadikannya sebagai mobil listrik andalan mereka.

Peluang untuk Lancia
Lancia juga menjadi salah satu brand yang bisa memanfaatkan platform Luce. Meskipun saat ini Lancia lebih dikenal sebagai produk yang didesain oleh Peugeot, brand ini memiliki sejarah yang erat dengan Ferrari. Contohnya, Stratos menggunakan mesin Dino V6, sedangkan Thema 8.32 menggunakan versi crossplane dari V8 yang digunakan pada Ferrari 308 Quattrovalvole.
Dengan platform Luce, Lancia bisa kembali memproduksi Thema dengan penggerak listrik, menjaga kesamaan performa dengan Thema 8.32. Selain itu, Lancia juga bisa menghadirkan mobil-mobil listrik impian lainnya di masa depan, menggunakan teknologi yang disediakan oleh Ferrari.

Alfa Romeo dan Masa Depan Elektrik
Brand ketiga yang berpotensi besar adalah Alfa Romeo. Seperti Lancia, Alfa Romeo kini memiliki lini produk yang didasarkan pada platform Stellantis. Hanya saja, selain Alfa Romeo 33 Stradale yang berbasis Maserati MC20, brand ini belum memiliki mobil performa yang mampu melanjutkan tradisi Giulia Quadrifoglio.
Saat ini, Alfa Romeo hanya memiliki Alfa Romeo Junior Elettrica sebagai mobil listrik. Padahal, sejarah hubungan antara Alfa Romeo dan Ferrari sangat kuat. Bahkan, salah satu mobil harian Enzo Ferrari adalah Alfa Romeo 164. Dengan platform Luce, Alfa Romeo bisa menghadirkan mobil listrik flagship yang menghidupkan kembali hubungan mereka dengan Ferrari, terutama dengan nama-nama legendaris seperti Giulia atau Alfetta.






