Frans Putros Kehilangan Ponsel Saat Pawai Juara Persib Bandung
Pengalaman yang tidak terduga dialami oleh Frans Putros, pemain Persib Bandung, saat timnya merayakan gelar juara Super League 2025/2026. Dalam pawai juara yang digelar di Kota Bandung, bintang Timnas Irak tersebut harus kehilangan telepon genggamnya. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video detik-detik hilangnya ponsel tersebut viral di media sosial.
Persib Bandung berhasil meraih gelar juara Super League 2025/2026, menjadikannya sebagai tim pertama di Indonesia yang mampu memenangkan gelar tiga musim beruntun dalam era modern Liga Indonesia. Pawai besar-besaran dilakukan oleh skuad Pangeran Biru untuk merayakan kesuksesan tersebut. Namun, perayaan ini juga membawa beberapa kejadian kurang mengenakan.
Beberapa pemain dan pelatih Persib Bandung mengalami hal-hal yang tidak terduga selama pawai. Salah satunya adalah pelatih Bojan Hodak yang disiram air oleh para Bobotoh. Di tengah keramaian, Frans Putros kehilangan ponselnya, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola.
Video yang menampilkan momen kehilangan ponsel Frans Putros menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang Bobotoh yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian. Menurut informasi yang beredar, aksi tersebut dilakukan secara kelompok.
Dengan viralnya video tersebut, Moza, salah satu warga yang diduga terlibat, memberikan klarifikasi. Dalam video yang diunggah akun Instagram @playmakerfunclub, Senin (25/5), dia menyatakan bahwa dirinya bukan pelaku pencurian ponsel Frans Putros.
Moza mengakui bahwa dirinya ada di dekat Frans Putros dalam video tersebut. Ia menjelaskan bahwa situasi yang sangat padat membuatnya terdorong ke area belakang pemain Persib Bandung itu. Tujuannya adalah untuk menghindari desak-desakan dan tetap berada di samping Frans Putros.
Namun, Moza menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan pencurian. Ia juga menyangkal mengenal pria yang disebut-sebut sebagai bagian dari kelompok yang melancarkan aksi tersebut.
”Saya tidak melakukan perbuatan yang dituduh baik dari mengambil dan berkontakan dengan pihak lain untuk melancarkan kegiatan,” tegas Moza.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal bapak-bapak baju hitam yang menggunakan jaket penutup kepala dan berada di belakangnya sesuai yang dituduhkan dalam video. Selain itu, ia menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi kehilangan ponsel Frans Putros.
Dengan klarifikasi ini, Moza berharap tuduhan terhadap dirinya tidak semakin meluas. Ia juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika diperlukan. Jika tuduhan terus mengarah kepadanya, Moza bersedia menempuh jalur hukum untuk melindungi nama baiknya.
”Semoga tuduhan ini tidak semakin meluas, saya siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait jika diperlukan dan juga saya siap menempuh jalur hukum jika terbukti dan sudah mulai masuk ke ranah pencemaran nama baik saya pribadi,” ujar Moza.






