BERITA  

Misteri Mayat Wanita di Pohon Melinjo Banten Terungkap

Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita yang Ditemukan Tergantung di Pohon

Polisi menangkap seorang pria berinisial AS (47) yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap kekasihnya, Babay (41). Jasad korban ditemukan dalam kondisi yang mencurigakan dan akhirnya diketahui sebagai korban pembunuhan setelah dilakukan autopsi.

Motif Sementara

Dari hasil pemeriksaan sementara, kasus bermula ketika korban dan pelaku bertemu di sekitar lokasi kejadian pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban disebut ingin meminjam uang kepada pelaku, namun karena pelaku tidak memiliki uang, korban mengucapkan kata-kata kasar yang membuat pelaku sakit hati.

Perkataan korban disebut memicu emosi pelaku hingga berujung tindakan kekerasan. Merasa tersinggung, AS langsung melakukan penganiayaan dengan memiting leher korban. Setelah korban tidak bernyawa, pelaku panik lalu berupaya membuat kematian tersebut seolah-olah bunuh diri dengan menggantung jasad korban menggunakan tali tambang.

Kondisi Mayat yang Mencurigakan

Korban sendiri baru ditemukan warga beberapa hari kemudian dalam kondisi sudah membusuk. Hasil autopsi dari tim forensik RS Bhayangkara Polda Banten menemukan sejumlah luka di bagian tubuh korban yang dinilai tidak sesuai dengan ciri khas kasus gantung diri.

Selain itu, polisi juga menemukan fakta bahwa ponsel milik korban, OPPO A51, hilang setelah kejadian. Penyelidikan akhirnya mengarah pada AS yang diketahui merupakan warga Kelurahan Gelam dan memiliki kedekatan khusus dengan korban.

Kejanggalan dalam Penemuan Mayat

Sebelum identitas korban terungkap, warga sekitar lebih dulu dibuat syok dengan kondisi mayat perempuan yang ditemukan menggantung di pohon melinjo sekitar pukul 17.00 WIB. Salah seorang warga, Muhammad Hafis Arafi, mengaku awalnya jasad tersebut ditemukan oleh warga yang sedang menggembala kambing di sekitar kebun.

Lagi ngembala kambing ngelihat kondisi korban, habis itu langsung lapor ke warga setempat. Sudah ngebengkak wajahnya, pudar gitulah, bau bangkai. Terikat tali,” ucap Hafis.

Namun menurut Hafis, posisi tubuh korban terasa janggal bila disebut bunuh diri. “Kalau misalnya bunuh diri itu kakinya enggak nepak ke tanah, ini kakinya nepak ke tanah. Jadi kayak bukan bunuh diri, bukan gantung diri, kayak dibunuh sama orang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, warga juga curiga tubuh korban sempat dilumuri oli karena seluruh badan korban tampak menghitam. “Kayaknya mah iya dilumurin oli, biar enggak bau bangkai. Hitam semua (badannya),” ucap Hafis.

Meski demikian, di sekitar lokasi tidak ditemukan bungkus oli. Polisi hanya menemukan sepasang sandal di area kejadian. “Enggak ada, tapi sendal mah ada. Cuma sendal doang,” singkatnya.

Hafis juga menyebut ada warga yang sebelumnya melaporkan anggota keluarganya hilang selama sekitar satu minggu. “Ada yang kehilangan warga juga perempuan, katanya kehilangan sudah seminggu. Pas sama kejadian ini sudah 5 hari, seminggu kan,” pungkasnya.

Pernyataan Polisi

Pihak kepolisian membenarkan penemuan jasad perempuan tersebut sejak awal laporan diterima. “Pada hari Senin sekira pukul 17.00 WIB, di kebun rambutan milik almarhum SN yang berada di Linkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, telah ditemukan diduga mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya,” ujar Kasi Humas Polresta Serang Kota, Ipda Raden, Selasa (19/5/2026).

Setelah menerima laporan warga, aparat langsung melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polresta Serang Kota serta RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.

“Identitas korban masih belum diketahui dan kepolisian juga masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut,” jelas Raden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *