Pecah Rekor, Ribuan Fans Arsenal Padati Nobar Final Liga Champions di Jakarta Velodrom



Pergelaran acara nonton bareng final Liga Champions antara Arsenal melawan Paris Saint-Germain yang diinisiasi oleh Arsenal Indonesa Supporter (AIS), pada Sabtu (30/5) malam WIB, di Jakarta International Velodrome, menciptakan sejumlah catatan yang menarik. Acara ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan bagi para penggemar klub asal Inggris tersebut, tetapi juga menjadi salah satu nobar terbesar dalam sejarah AIS.

Salah satu catatan utama adalah jumlah suporter yang hadir. Diperkirakan sekitar 5.000 orang memenuhi arena Velodrome. Ini menjadi kali pertama bagi AIS menggelar acara nobar dengan peserta sebanyak itu. Bahkan, angka ini melampaui nobar Final Piala FA melawan Hull City pada 2014 silam.

Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah fasilitas yang disediakan. Di arena indoor yang luas dan mampu menampung banyak orang, AIS mempersembahkan layar LED raksasa dengan ukuran 180 meter persegi. Hal ini tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Meski demikian, para panitia tetap berkomitmen untuk menyajikan pengalaman terbaik bagi para penggemar.

Alasan Memilih Venue Velodrome

Perwakilan panitia dari AIS Regional Jakarta, Renaldi, menjelaskan alasan mengapa venue Velodrome dipilih. Menurutnya, lokasi ini sangat cocok karena memiliki kapasitas yang besar serta dukungan yang baik dari para suporter.

“Velodrome cukup besar, supportnya juga bagus. Kita ingin memerahkan satu lokasi yaitu Velodrome. Sekitar lima ribu orang,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menggelar acara ini bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Karena kita tidak mudah untuk memeriahkan satu event ini,” tambahnya.

Renaldi mengatakan bahwa target jumlah peserta sebanyak 5.000 orang tercapai, bahkan lebih dari yang diharapkan. “Dari sekian banyak orang, masih ada yang bertanya-tanya tentang tiket. Jadi kita tidak perlu khawatir untuk menambah jumlah peserta,” katanya.

Keberadaan Para Pesohor

Di antara ribuan suporter yang hadir, terdapat beberapa nama ternama yang memang dikenal sebagai pendukung Arsenal. Salah satunya adalah Eddi Brokoli, aktor sekaligus penyanyi asal Bandung yang bertindak sebagai MC utama acara tersebut. Ia juga mengakui bahwa acara ini merupakan nobar terbesar yang pernah ia alami.

Selain Eddi, hadir juga Tantowi Yahya, penyanyi senior yang telah menjadi fans Arsenal sejak lama. Ia bahkan sempat mengikuti talk show sebelum acara dimulai. Tak ketinggalan, atlet renang legendaris Indonesia, Richard Sam Bera, juga turut hadir.

Antusiasme Suporter

Banyaknya suporter membuat kegiatan adu chants berlangsung sangat bergemuruh. Meskipun akhirnya pasukan Mikel Arteta harus mengakui keunggulan PSG di babak adu penalti, antusiasme para penggemar tetap terjaga hingga akhir.

Eddi Brokoli, yang aktif dalam kegiatan nobar Arsenal, mengatakan bahwa nobar kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarahnya. “Layar LED sebesar 180 meter persegi, hampir 5.000 orang. Ini adalah event nobar terbesar yang pernah saya hadiri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme suporter. “Saya baru saja mendengar bahwa tiket pre-sale habis, lalu terus habis lagi sampai kabar menyebutkan jumlah peserta mencapai 5.000. Wah, ini luar biasa.”

Kesimpulan

Nobar final Liga Champions antara Arsenal melawan PSG ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga menjadi bukti komitmen dan dedikasi para suporter Arsenal di Indonesia. Dengan jumlah peserta yang mencapai 5.000 orang, acara ini berhasil menciptakan rekor baru dalam sejarah AIS. Dengan fasilitas yang memadai dan antusiasme yang luar biasa, acara ini menjadi contoh bagaimana suporter dapat memeriahkan sebuah pertandingan meski dilakukan secara virtual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *