Kondisi Pasokan Air yang Tidak Normal di Daerah Irigasi Gunung Pudung
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil 9, Irpannusir, menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi pasokan air yang tidak normal di Daerah Irigasi (DI) Gunung Pudung. Ia menilai bahwa masalah ini berpotensi mengancam sektor pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Kluet Raya.
Menurut Irpannusir, kondisi saat ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi ribuan kepala keluarga yang bergantung pada aktivitas pertanian. Ia menyatakan bahwa ketidakstabilan pasokan air dapat berdampak serius terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kita sangat prihatin dengan tidak normalnya pasokan air di DI Gunung Pudung yang akan mengakibatkan ancaman terhadap sektor pertanian, yang merupakan sumber utama kehidupan masyarakat Kluet Raya,” ujarnya.
Permintaan kepada Pemerintah Aceh
Irpannusir meminta Pemerintah Aceh, khususnya melalui Dinas Pengairan Aceh, untuk segera turun tangan mencari solusi yang tepat dan terukur guna mengatasi ancaman kekeringan yang dialami para petani. Ia menekankan pentingnya respons cepat dari pihak terkait agar situasi tidak semakin memburuk.
“Kita meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Pengairan Aceh untuk segera turun tangan mencari solusi yang tepat agar ancaman kekeringan ini dapat segera diatasi,” tegasnya.
Selain itu, Irpannusir juga mendorong Pemerintah Aceh untuk melakukan penyesuaian prioritas anggaran. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengalihkan sebagian paket pekerjaan yang dinilai kurang produktif atau belum memberikan manfaat langsung kepada masyarakat menuju program penanganan irigasi Gunung Pudung.
“Saya kira masih banyak kegiatan yang belum tayang dan masih dalam tahap perencanaan untuk dialihkan,” katanya.
Prioritas Sektor Pertanian
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan hajat hidup ribuan masyarakat, sehingga keberpihakan pemerintah terhadap persoalan tersebut menjadi sebuah keharusan. Kehadiran pemerintah dalam situasi mendesak seperti saat ini akan menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap rakyat kecil.
“Ini menyangkut hajat hidup ribuan masyarakat. Tentu kehadiran pemerintah di saat-saat genting seperti ini akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Harapan terhadap Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh
Irpannusir menilai bahwa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Mualem–Dek Fadh, yang lahir dari dukungan rakyat harus mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Bukankah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh lahir dari perjuangan rakyat kecil yang membutuhkan keadilan dan kemakmuran. Jadi tentu sebuah impian yang sangat mungkin jika masyarakat berharap ini bisa terealisir sesegera mungkin,” pungkasnya.
Solusi yang Diharapkan
Dalam rangka menangani masalah irigasi Gunung Pudung, Irpannusir menyarankan beberapa langkah strategis yang bisa diambil oleh pemerintah. Di antaranya:
- Penyusunan rencana jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas irigasi.
- Peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait.
- Pelibatan masyarakat setempat dalam proses pengelolaan irigasi.
- Pemantauan berkala terhadap kondisi pasokan air dan infrastruktur irigasi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kondisi irigasi Gunung Pudung dapat segera diperbaiki dan mencegah terulangnya ancaman kekeringan di masa depan.





