Kematian Mendadak Eks Polisi di Sel Isolasi
Eks polisi yang kini menjadi tahanan, Brigadir Anton Kurniawan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak berdaya di sel isolasi Lapas Kelas II A Palangka Raya pada hari Minggu (31/5/2026) malam. Kematian tersebut terjadi setelah ia gagal kabur dari penjara dan menodongkan pistol.
Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal, Anton sempat mogok makan selama beberapa hari. Hal ini diketahui dari pengakuan kerabatnya, Sugi, yang mengatakan bahwa Anton sempat menghubungi keluarga di hari yang sama sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Sugi menyampaikan bahwa Anton tidak pernah mengeluh sakit atau mengalami kekerasan selama berada di lapas. Ia juga tidak pernah menunjukkan tanda-tanda keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
Penolakan Makan dan Upaya Pihak Lapas
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, Murdiana, menjelaskan bahwa Anton tidak pernah ada upaya menyakiti diri, tetapi ia menolak makan selama beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Menurut Murdiana, pihak lapas telah berupaya memenuhi kebutuhan dasar Anton, termasuk makan dan minum.
“Kecuali kalau kami tidak menyiapkan, itu baru kami melanggar,” ujar Murdiana. Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kematian Anton adalah gagal jantung, bukan karena percobaan bunuh diri.
Kasus yang Menjerat Anton Kurniawan
Anton Kurniawan merupakan mantan anggota polisi yang dihukum penjara seumur hidup dalam kasus penembakan sopir ekspedisi pada November 2024 lalu. Saat itu, Anton yang masih tercatat sebagai personel Polresta Palangka Raya menembak sopir ekspedisi asal Kalsel, Budiman Arisandi.
Kasus kematian Anton di Lapas Kelas II A Palangka Raya ini menjadi perhatian publik. Pasalnya, ia juga sempat mencoba melarikan diri satu minggu sebelum ditemukan tak berdaya tepatnya Sabtu (23/5/2026) lalu.
Tim Investigasi Dibentuk
Saat ini, pihak Ditjenpas Kalteng sudah membentuk tim investigasi guna memastikan apakah ada kelalaian atau kesalahan prosedur dalam kasus kematian Anton.
Aktivitas Sebelum Kematian
Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Anton diketahui masih menjalankan aktivitas rutinnya di lingkungan lapas pada sore hari. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengatakan bahwa Anton sempat terlihat beraktivitas di dalam kamar huniannya dengan pengawasan petugas.
“Masih beraktivitas di kamar sel, sempat mandi, dan makan dengan pengawasan petugas,” jelasnya.
Menurut Putu, situasi berubah saat petugas melakukan pemeriksaan rutin pada malam hari sekitar pukul 20.35 WIB. Ketika petugas memanggil nama narapidana dari luar kamar, Anton tidak memberikan jawaban.
Kondisi tersebut membuat petugas jaga melakukan pengecekan langsung bersama perwira piket dan petugas blok. Saat berada di dalam kamar, petugas mendapati Anton dalam keadaan lemas. Meskipun demikian, ia masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Dilakukan pengecekan bersama perwira piket dan komandan jaga, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas, namun beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas,” kata Putu.





