Panen Raya Berakhir, Harga Kopi Arabika Aceh Tengah Turun

Harga Kopi Arabika di Aceh Tengah Kembali Turun

Harga komoditas kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah kembali mengalami penurunan pada Selasa (2/6/2026). Penurunan ini terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari kopi gelondong hingga green bean. Hal ini disampaikan oleh salah seorang kolektor atau toke kopi di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Zuhrianto.

Fluktuasi Harga yang Tidak Biasa

Zuhrianto menyebut bahwa tren penurunan harga ini sudah mulai terjadi sejak sebelum hari raya Iduladha 1447 H. Ia menilai fluktuasi harga kali ini tidak biasa dan mengalami anomali pasar. Menurutnya, penurunan tersebut terbilang aneh karena biasanya kenaikan nilai tukar rupiah akan diikuti oleh kenaikan harga kopi. Namun, kali ini situasinya berbeda.

”Penurunan tersebut terbilang aneh karena nilai tukar rupiah yang naik biasanya diikuti harga kopi yang ikut naik, namun kali ini tidak. Mungkin karena ada faktor lain, kalau biasanya dolar naik kopi dunia juga naik,” kata Zuhrianto.

Perubahan Harga Berdasarkan Jenis Kopi

Saat ini, harga kopi gelondong (cherry) berada di angka Rp 20.000 per bambu, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 21.000 per bambu. Penurunan juga terjadi pada kopi gabah yang kini dijual seharga Rp 56.000 hingga Rp 57.000 per bambu, dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp 60.000 per bambu.

Sementara itu, untuk komoditas green bean, harga kini dihargai Rp 116.000 hingga Rp 118.000 per kilogram, tergantung pada kualitas kadar airnya.

Kondisi Pasca-Masa Panen Raya

Kondisi penurunan harga ini terjadi di saat wilayah Aceh Tengah secara umum telah menyelesaikan masa panen raya. Akibatnya, ketersediaan buah kopi di tingkat petani saat ini sudah menipis. Sebaliknya, beberapa daerah di wilayah Kabupaten Bener Meriah justru dilaporkan sedang memasuki masa panen.

Meski tren harga saat ini sedang menurun, Zuhrianto mengaku bersyukur karena pada musim panen raya yang lalu, para petani di Aceh Tengah sempat menikmati harga jual yang tinggi dengan hasil produksi yang melimpah.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga

Beberapa faktor dapat memengaruhi harga kopi di Aceh Tengah. Pertama, musim panen yang sudah selesai menyebabkan pasokan kopi berkurang. Kedua, adanya perbedaan waktu panen antar daerah, seperti yang terjadi di Bener Meriah. Ketiga, kondisi pasar global yang mungkin memengaruhi permintaan dan harga kopi internasional.

Dari segi ekonomi, penurunan harga ini bisa memberi dampak terhadap pendapatan petani. Namun, jika harga kopi kembali stabil, maka para petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Kesimpulan

Harga kopi Arabika di Aceh Tengah mengalami penurunan yang tidak biasa. Meskipun demikian, para petani masih memiliki harapan bahwa harga akan kembali stabil dalam waktu dekat. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga, petani dan pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi fluktuasi pasar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *