Pengakuan Menantu Usai Mertuanya Tewas Setelah Makan Sate
Seorang mertua di Boyolali berinisial A ditemukan meninggal dalam kondisi tangan mengepal di kamar rumahnya. Kejadian ini memicu kecurigaan dari keluarga, terutama setelah jenazah dimakamkan dan beberapa kejanggalan ditemukan.
Penemuan Awal Jenazah
Jasad A pertama kali ditemukan oleh anaknya yang curiga karena lampu rumah belum dimatikan. Saat proses pemandian jenazah, keluarga menemukan luka biru tak wajar pada mulut serta telinga korban. Hal ini menjadi awal dari kecurigaan bahwa kematian A tidak biasa.
Kiriman Sate Ayam Sebelum Kematian
Sehari sebelum kematian, A menerima kiriman sate ayam melalui driver ojek online. Keluarga mencurigai bahwa sate tersebut telah dicampur racun. Diduga, sate ayam itu dikirim oleh menantu korban berinisial P, namun mengatasnamakan anak korban, Luriyanti.
Lokasi pembelian sate ayam yang dekat dengan rumah Luriyanti diduga sebagai cara agar P tidak dicurigai. Meski jarak rumah terduga pelaku di Kartasura relatif jauh, ia justru memesan sate di area Pandean yang dekat dengan rumah anak korban. Hal ini memunculkan kecurigaan adanya upaya untuk mengambinghitamkan anak korban sendiri.
Perilaku Terduga Pelaku
Setelah sate dikirimkan, terduga pelaku sempat datang ke rumah korban dengan membawa roti bakar sebagai upaya mengecek situasi. Ketika kasus dilaporkan ke polisi, P mencoba meredam pihak keluarga agar tidak memperpanjang masalah. Ia juga sempat berdalih kepada aparat bahwa yang diberikan bukan racun, melainkan jampi-jampi agar korban lebih mudah saat dimintai uang.
Menurut kakak korban, Widodo, hubungan P dengan korban tidak harmonis. P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. P tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu.
Selain itu, P diketahui kecanduan judi online dan sering berutang kepada teman. Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah 5 ekor ayam mati setelah memakan sisa sate dari korban. Satu ekor ayam yang mati disimpan sebagai sampel.
Penjelasan dari Kapolres Boyolali
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra meminta masyarakat tidak berspekulasi karena proses penyelidikan masih berjalan. Ia menyatakan bahwa apakah ada indikasi tanda-tanda kekerasan atau hal lain terkait penyebab meninggalnya itu masih dalam penelitian.
Pihaknya belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Termasuk apakah korban meninggal dunia secara wajar atau tidak wajar. “Kan indikasinya banyak. Apakah karena sakit, apakah karena serangan jantung, atau penyebab lain. Kita masih menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Terkait isu yang beredar bahwa korban meninggal setelah mengonsumsi sate yang dikirim orang tak dikenal lewat ojek online, Kapolres menegaskan hal itu masih sebatas dugaan. Apalagi, waktu kejadian dengan laporan ke polisi juga berselang sepekan. Sehingga satu-satunya petunjuk yang akurat berasal dari hasil otopsi.
“Karena rumah pun sudah dibersihkan sama keluarga, sudah bersih dan semuanya. Sehingga kita menunggu hasil dari Dokpol saja,” jelas Indra.
Mengenai bangkai ayam yang diamankan karena diduga mati setelah mematuk sisa sate, AKBP Indra menyebut barang bukti itu masih dalam proses pemeriksaan laboratorium. Hanya saja, ayam tersebut tidak bisa menjadi petunjuk yang akurat untuk menduga sate ayam itu beracun atau tidak. Pasalnya, ayam yang mati tersebut merupakan ayam liar.
“Bisa saja ayam itu sudah makan di mana, terus makan itu (sisa sate). Indikasinya kan sangat banyak. Namanya ayam liar itu makannya apa saja,” jelasnya.
Proses Penyelidikan Berlangsung
Polres Boyolali akan terus mengikuti prosedur dan SOP yang berlaku serta menunggu hasil resmi dari Dokpol Polda Jateng untuk memastikan penyebab utama kematian almarhumah.
Indra menambahkan, almarhumah ditemukan meninggal di kediamannya di Sindon pada 19 Mei 2026. Karena tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan seperti pencurian, keluarga langsung memakamkan jenazah sesuai kaidah agama.
“Satu minggu setelah pemakaman, tepatnya 25 Mei, pihak keluarga terutama anak pelapor merasa ada kejanggalan terkait kematian ibunya. Pihak keluarga memutuskan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian almarhumah dan secara resmi membuat laporan ke Polres Boyolali pada tanggal tersebut,” pungkasnya.





