Telematics Summit: Mendorong Transisi Kendaraan Listrik di Asia
Teltonika kembali menggelar Telematics Summit di Jakarta, yang merupakan acara kedua dalam dua tahun berturut-turut. Forum ini menjadi ajang pertemuan antara lebih dari 150 pakar telematika Asia dan tim Teltonika yang berasal dari kantor pusatnya di Vilnius, Lithuania. Acara ini diselenggarakan sebagai respons terhadap rencana pemerintah untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Dari informasi yang diperoleh, pemerintah akan memberikan program insentif mulai Juli 2026 untuk mendorong pembelian mobil dan sepeda motor listrik oleh masyarakat maupun pelaku bisnis. Dengan adanya kebijakan ini, Telematics Summit berupaya membantu perusahaan lokal telematika dalam mempersiapkan diri untuk mendukung percepatan transisi tersebut.
Seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang beralih ke armada kendaraan listrik, muncul tantangan baru dalam pengelolaannya. Sebelumnya, perusahaan fokus pada pemantauan bahan bakar, namun kini mereka perlu memantau pengisian daya baterai. Selain itu, perhatian yang sebelumnya tertuju pada oli mesin kini beralih ke suhu dan kondisi baterai kendaraan listrik.
Teknologi telematika memungkinkan seluruh data tersebut dapat diakses secara jarak jauh. “Membangun jaringan dan berbagi pengetahuan membantu industri telematika berkembang pesat,” ujar Adomas Jurenas, Head of Sales for South Asia di divisi telematika Teltonika, saat berbicara di Jakarta.
Berbagai Solusi yang Diangkat dalam Acara Ini
Telematics Summit South Asia tidak hanya berfokus pada mobilitas listrik, tetapi juga membahas berbagai solusi pemantauan dalam ruangan, pengelolaan kendaraan berat, hingga manajemen alat dan mesin khusus. Salah satu contoh penerapan yang ditampilkan menunjukkan otomatisasi sistem irigasi di area pertanian.
Selain itu, acara ini juga membahas teknologi dead reckoning, yaitu kemampuan melacak kendaraan tanpa akses GPS. Teknologi ini sangat berguna dalam situasi di mana sinyal GPS diblokir oleh pelaku pencurian. Perangkat pelacak biasa tidak akan bisa melacak lokasi kendaraan jika tidak ada akses GPS. Namun, teknologi dead reckoning memanfaatkan sensor gyroscope dan accelerometer untuk memperkirakan posisi kendaraan setiap saat.
“Tim Teltonika menghadirkan teknologi telematika terbaru serta pengalaman global bagi para mitra bisnis kami di South Asia,” tambah Jurenas.
Teknologi Wirepas Mesh untuk Pelacakan Nirkabel
Dalam acara tersebut, Teltonika memperkenalkan teknologi Wirepas Mesh untuk kebutuhan pelacakan nirkabel di dalam ruangan sebagai alternatif Bluetooth. Teknologi ini hadir untuk mengatasi tantangan gangguan sinyal pada area padat seperti gudang, sekaligus menjadi solusi yang lebih hemat biaya untuk proyek skala besar yang melibatkan pemantauan ribuan objek.
Dengan inovasi-inovasi yang ditawarkan, Teltonika semakin memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi telematika yang andal dan inovatif. Acara ini juga menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan dan membangun kolaborasi antara para pemangku kepentingan di sektor telematika.






